Menyatukan Tujuh Raja untuk Keindahan Danau Toba

Jumat, 20 November 2015 | 14:07
Share this post :
Indopos.co.id-Bukan Menteri Pariwisata Arief Yahya namanya kalau tidak selalu membuat gebrakan. Untuk persembahan pariwisata Indonesia, mantan Direktur Telkom itu menyatukan “tujuh raja” di Sumatera Utara (Sumut) yang berkaitan dengan Danau Toba dalam perhelatan Festival Danau Toba (FDT) 2015 di Karo, Sumut, dari 20 hingga 22 November, mendatang. Tujuh raja yang dimaksud adalah para Bupati dan pelaksana teknis Bupati di 7 kabupaten di provinsi Sumut. Kabupaten tersebut adalah, daerah yang berkaitan dengan lingkungan alias area Danau Toba. Yakni, Kabupaten Samosir, Tapanuli Utara, Kumbang Hasandutan, Samosir, Dairi, Tanah Karo, dan Kabupaten Simalungun. Arief memerintahkan kepada ke tujuh pimpinan kabupaten itu untuk bersama-sama membangun Danau Toba dari segala akses dan keperluannya. Menpar meminta untuk bersatu padu dalam meningkatkan pembangunan dan promosinya. "Salah satu syarat saya untuk datang ke festival ini adalah ke tujuh kabupaten harus bersatu. Saya lihat memang mereka sudah sepakat untuk bersatu. Kalau Provinsi Sumut akan membantu promosi tiap kabupaten seratus juta rupiah, nanti dari Kemenpar menambahin seratus juta rupiah juga," janjinya. Seperti diketahui, Eforia FDTsudah dimulai sejak dua hari yang lalu. Pesta rakyat untuk mempromosikan Danau hasil letusan vulkano terbesar yang pernah terjadi di jagad raya tersebut sudah bergulir. Hingga tiga hari kedepan, rangkaian kegiatan akan terus berlangsung, mulai dari Marlange lomba renang, Solu Bolon sejenis dragon boat, Solo Vocal, dan Pameran hasil kerajinan yang dipusatkan Taman Manjua-jua, Kabupaten Karo. "Sebenarnya saya menginginkan ada sport event dengan skala internasional, karena kapasitas Danau Toba itu sudah mendunia. Akan tetapi hal itu baru terealisasi tahun depan, namun semua ini adalah proses yang terus harus kita jaga," terang pria yang ramah itu. Gebrakan Arief Yahya memang langsung direspon oleh para petinggi wilayah-wilayah yang berkaitan dengan Danau Toba.  Menpar dengan sigapnya langsung meminta kepada ketujuh Bupati dan Plt Bupati yang dilambangkan sebagai tujuh raja pada tujuh kabupaten di Sumut itu bisa duduk dan berdiri bersama di podium Festival Danau Toba 2015. "Jujur, dari tiga festival yang sudah digelar, pelaksanaan di Samosir yang paling bagus. Akan tetapi kami berharap festival kedepan akan lebih bagus, karena ke tujuh bupati sudah bersatu," kata Tengku Erry Nuradi, Plt Gubernur Sumut. Dia mengakui, selama ini yang terjadi di tujuh kabupaten biasanya berjalan sendiri-sendiri dalam melaksanakan even tersebut. "Kita lihat selama ini ambil jalan masing-masing, gak pernah kompak. Kedepan ini, melihat kekompakan ini, jumlah wisatawan dan pembangunan di tujuh kabupaten ini akan lebih cepat, karena ke tujuh raja (pemerintah wilayahnya) sudah bersatu," tutur Tengku yang disambut tepuk tangan yang meriah oleh audien yang datang pada malam gala dinner di hotel Sebayak, Karo Kamis (19/11) malam. Senada dengan Tengku, Mangindar Simbolon Bupati defenitif Samosir mengakui hal ini memang belum pernah terjadi. Sebagai Bupati selama dua periode, dia mengakui belum pernah ada gagasan yang sukses menyatukan tujuh kabupaten tersebut untuk mengerjakan satu proyek. "Ini sejarah, belum pernah terjadi. Langkah Menteri Arief Yahya ini membuat hati kami terenyuh," aku Mangindar yang hadir sejak acara pembukaan bersama lima bupati perwakilan lima wilayah lainnya. "Semua hadir koq dalam festival ini, masing-masing wilayah baik pelaksana tugas, atau mantan bupatinya ada bersama dengan kami," ucap Mangindar seraya menunjuk beberapa rekan Bupati yang sudah usai masa bakti nya.(nel)  
Kemenpar 300 x 250
e-Permormance
LPSE
PPID
JDIHN