Tarian Dairi Memantik Keindahan Festival Danau Toba 2015

Jumat, 20 November 2015 | 14:23
Share this post :
Indopos.co.id-Indonesia benar-benar negara yang kaya akan keindahan alam, kesenian, bahkan budaya yang tak ternilai dengan apapun. Salah satu wilayah yang bisa membuat decak kagum adalah Danau Toba, Sumatera Utara. Dalam pembukaan perhelatan Festival Danau Toba 2015, Menteri Pariwisata Arief Yahya disuguhkan banyak keindahan, selain bagusnya alam Danau Toba, juga banyaknya kesenian tarian. Salah satunya adalah tarian Dairi. Tarian yang menggambarkan kegotongroyongan tersebut membuat mantan Direktur Telkom itu sumringah di Taman Manjua-jua, Kabupaten Karo, Kamis (19/11). "?Syarat saya datang ke sini (Festival Danau Toba,Red) adalah ke tujuh Bupati yang ada harus saling bergotong royong untuk meningkatkan sektor pariwisata. Karena, kalau berjalan sendiri-sendiri gak bakalan kuat, kalau bersatu justru semakin kokoh, " kata Arief Yahya dalam sambutan resminya. Ucapan Arief senada dengan tema tarian. Tairan Dairi adalah tarian yang punya arti kegotongroyongan. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Selain itu, sepanjang acara pembukaan, Arief Yahya dan ribuan pengunjung yang memadati Taman Manjua-jua dihibur oleh empat jenis tarian. Dibuka oleh tari Sembilan Cawan, tari Posniuhurmai, tari Rotimanis, tari Dairi, Masing-masing tari pun memiliki arti khusus. Seperti tari ?Sembilan Cawan misalnya, merupakan tarian ritual Putri Toba untuk mengawali setiap kegiatan besar di satu wilayah. Tarian tersebut merupakan pengembangan yang dilakukan oleh M Sorimangaraja Sitanggang. Tarian dikembangkan dari Tarian Sipitu Cawan yang artinya tarian tujuh cawan. Konon tujuh cawan tersebut merupakan simbolis dari tujuh Bidadari. "Tari tor-tor Sipitu Cawan mempunyai  makna yang sangat disakralkan oleh masyarakat Batak, terutama dalam gerakan tarian yang ditampilkan oleh beberapa orang penarinya, jadi semua tarian punya arti," ucap Maestro Indonesia Bidang Pelestari dan Pengembangan Warisan Nusantara, Sorimangaraja Sitanggang. Sementara cawan tersebut berisikan yang berisikan air perasan Jeruk Purut diyakini masyarakat Batak sebagai media pembersihan. Terutama pembersihan diri maupun lokasi dimana tarian Tor Tor Sipitu Cawan ini sedang di gelar. Sehingga apabila kita melihat beberapa pergelaran akbar masyarakat Batak, maka kita akan menemukan beberapa orang yang sedang melakukan tradisi pembersihan diri dan lokasi dengan menggunakan media jeruk purut dan beberapa media lainnya. Sementara itu, pada? penutupan digambarkan tari Dairi yang menggambarkan kegotongroyongan masyarakat Batak selama ini. Sehingga, dalam memikul beban selalu bersama-sama, agar kesuksesan pun diraih bersama. "Masyarakat dan semua penonton yang ada saya perhatikan sangat menikmati. Seperti harapan kita semua, festival yang sudah dibuka pak Menteri sukses dan bermanfaat bagi masyarakat setempat," tutupnya. (nel)  
Kemenpar 300 x 250
e-Permormance
LPSE
PPID
JDIHN