Promosi Daerah Ini di Indonesia Lewat Festival Bambu Nusantara

Selasa, 24 November 2015 | 14:47
Share this post :
Indopos.co.id-  Festival Bambu Nusantara kembali bakal digelar. Kegiatan tahunan yang sudah masuk tahun ke sembilan tersebut akan berlangsung di Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung pada 29-30 November 2015 mendatang. Penyelenggaraan  Festival Bambu Nusantara kali ini sekaligus mengapresiasi para seniman bambu dan sebagai upaya regenerasi para talenta muda sekaligus menjadi sarana untuk mempromosikan potensi pariwisata Lampung dalam bingkai Pesona Indonesia. Penyelenggaraan FBN sebelumnya berlangsung di Jakarta dan Bandung. Namun khusus pada tahun ini sengaja digelar di Kabupaten Pringsewu, Lampung. “Sesuai dengan namanya Pringsewu berarti Seribu Bambu, kabupaten ini  akan dipromosikan dan dipopulerkan sebagai  tujuan wisata Bambu Indonesia,” kata Esthy Reko Astuti dalam jumpa pers persiapan FBN 2015 di Gedung Sapta Pesona, kantor Kemepar, kemarin (23/11). Esthy Reko Astuti mengatakan, keberadaan Pringsewu sebagai tujuan wisata Bambu Indonesia diharapkan akan menjadi daya tarik baru yang dapat meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) maupun wisatawan mancanegara (wisman) ke Provinsi Lampung. Esthy berharap nantinya bisa memberikan dampak secara nasional dalam pencapaian target kunjungan 10 juta wisman dan 255 juta perjalanan wisnus tahun ini dan akan meningkat menjadi dua kali lipat 20 juta wisman dan 275 juta wisnus pada lima tahun ke depan atau 2019. Lebih lanjut dia mengatakan, posisi Provinsi Lampung yang strategis berada di ujung perlintasan Sumatera-Jawa sangat potensial sebagai tujuan wisata bagi wisnus yang sebagian besar masih didominasi dari Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta, dan Banten. "Tahun lalu kontribusi wisnus dari lima provinsi ini mencapai 63% atau sebanyak 158,9 juta dari total perjalanan 251,2 juta wisnus. Sebagian perjalanan wisnus tersebut mengunjungi tujuan wisata Lampung,” katanya. Sementara itu,  Bupati Pringsewu, Sujadi Saddat mengatakan penyelenggaraan festival ini  dipersiapkan sebagai titik awal terbentuknya forum seniman bambu Indonesia maupun  menjadi agenda sirkuit festival kebudayaan dunia serta untuk meningkatkan kepedulian (public awareness) masyarakat terhadap peranan bambu dalam kesenian, kebudayaan dan lingkungan hidup. Event ini juga menjadi bagian dari program promosi Kemenpar/Kabinet Kerja. Penyelenggaraan FBN 2015 akan dimeriahkan  dengan pertunjukan musik tradisional antara lain; Gamolan (Pringsewu), TheBamboo  Big  Band  (Pringsewu)  Gamelan  Awi  Wanaselaras (Tasikmalaya),  Awi  Sampurasun (Cimahi),   Bamboosa (Yogyakarta), Sendratasik SKIP Metro,  Lampung Sanggar Seni Simpay Bamboo Bagea (Cianis Yogyakarta  Ensamble Etnik (lampung),  Jegog Bali Bale  Seni  Ciwasiat, Angklung  Renteng  (Pandegelang) serta menampilkan bintang tamu nasional  Charly Setia Band. Seperti yang kita ketahui, bambu sangat bermanfaat dari daun hingga akarnya. Banyak produk yang dihasilkan dari bambu, daunsebagai pembungkus barang, batang untuk anyaman perabotan dan instrument music, akar mudanya dapat dimakan yang sering kita sebut dengan sayur “rebung”. Di Indonesia hampir setiap wilayah memiliki tumbuhan bambu dan masing-masing memiliki produk yang terbuat dari bambu mewakili karakter daerah tersebut. "Kami berharap lewat kegiatan ini wilayah kami semakin banyak dikunjungi. Kami menunggu wisatawan dengan mempersiapkan segala sesuatu dengan segenap kemampuan kami," katanya. Bambu tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.  Bambu banyak digunakan sebagai perabotan rumah tangga dan menjadi bahan kuliner yang sangat populer seperti lumpia dan gulai rebung. Bambu juga digunakan sebagai alat musik seperti angklung yang telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai  warisan budaya tak benda dunia dari Indonesia?. (nel)
Kemenpar 300 x 250
e-Permormance
LPSE
PPID
JDIHN