Yess, Pepres dan Kepres Terkait Danau Toba? Segera Rampung

Selasa, 24 November 2015 | 14:59
Share this post :
Indopos.co.id-Danau toba memang seksi luar dalam bagi Indonesia dan mata dunia. Buktinya saja, selain menjadi ajang pariwisata dunia, danau yang indah itu juga menjadi perhatian para pemimpin negri ini yang terkait dengan pariwisata. Salah satu reaksi pemerintah kepada Danau Toba sebagai ikon pariwisata adalah apa yang akan dilakukan oleh Menteri Pariwisata Indonesia Arief  Yahya.  "Nanti akan ada Perpres dan Kepres tentang Danau Toba dan untuk badan yang mengurusi Toba," jelas Arief Yahya, Menteri Pariwisata, saat membuka Festival Danau Toba, di Tanah Karo, belum lama ini. Arief Yahya mengatakan, Peraturan Pemerintah tersebut diyakini sudah terbit pada triwulan pertama tahun depan. Akan tetapi, sebelum perpres dan kepres tersebut, pada akhir tahun ini lanjut Arief Yahya, Menko Kemaritiman terlebih dulu mengeluarkan Keputusan Kemenko untuk membawahi Dewan nasional untuk mengurusi Danau Toba. Dewan nasional terdiri dari lintas lembaga dan kementerian. Seperti Kementerian Perhubungan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pariwisata, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. "Draft surat sudah ada di meja Pak Menko Maritim, rencananya Desember ini sudah selesai, dan Dewan nasional sudah mulai bekerja," ucap Arief Yahya. Hasil kerja de?wan nasional nanti nya menjadi masukan untuk Presiden dalam membuat Kepres dan Perpres. Sambil menunggu wujud dari badan hukum untuk mengurusi Toba, Arief Yahya mengatakan perlu ada kegiatan dengan skala internasional digelar di Toba. Langkah tersebut akan menumbuhkan perekonomian masyarakat Toba khususnya dan Sumatera Utara umumnya. "Saya minta segera digelar kegiatan untuk mendatangkan wisatawan ke toba. Terserah panitia memilih kegiatannya apa, akan tetapi skala internasional dan diberikan ke event organization yang sudah memiliki nama di kancah internasional," ujarnya. Ketika even digelar oleh pihak yang sudah memiliki nama, otomatis pelaksana juga akan mampu mengajak wisatawan karena memiliki manajemen yang sudah bagus. Arief Yahya menargetkan Toba akan kebanjiran wisman dengam membidik angka 1 juta wisman pada 2019 mendatang. "Untuk saat ini masih sulit dijangkau target itu, akan tetapi dengan mulai kita tata, maka kami optimis  dengan berbagai even internasional maka Toba akan kedatangan wisman?, karena nama Toba sudah mudah dijual," katanya. Untuk saat ini target 250 ribu wisman pun belum tampak terlampaui. Sehingga, dengan kerja keras, gelar event internasional, benahi destinasi dan sumber daya manusia, maka harapan untuk kembali menggeliatkan pariwisata Toba akan terealisasi. "Untuk membenahi destinasi pun kita harus keroyokan dengan kementerian lain. Termasuk membenahi sumber daya manusianya butuh waktu yang panjang. Tapi saya optimis dengan adanya badan pengelola sendiri, bersama-sama dengan pemerintah daerah maka target kita akan tercapai," pungkas Arief Yahya dengan penuh optimistis.(nel)   
Kemenpar 300 x 250
e-Permormance
LPSE
PPID
JDIHN