Kementerian Pariwisata Genjot Sosmed Hingga ke Lapisan Internal

Selasa, 24 November 2015 | 15:16
Share this post :
Indopos.co.id-Punya pemimpin yang modern dan melek tekhnologi memang akan berdampak kepada bawahannya. Hal itu terjadi pada Kementerian Pariwisata Indonesia di bawah komando Arief Yahya. Kementerian yang punya target utama mendatangkan wisatawan sebanyak-banyak ke tanah air itu menggelar pelatihan sosial media bagi internal kementerian di Hotel Mercure, Jakarta, kemarin (23/11). "Pak Menteri merupakan orang modern, beliau orang marketing yang mengerti perkembangan pesat di dunia. Sosial media atau dunia maya merupakan salah satu hal yang sangat dikedepankan juga oleh beliau, maka dari itu kami melaksanakan semua ini,"ujar Asisten Deputi Kementerian Pariwisata Bidang Strategi Pemasaran Pariwisata Nusantara, Watie Moerany saat membuka pelatihan di Hotel Mercure, kemarin. Ucapan Watie memang bukan tong kosong. Data google saja, di Indonesia, pengguna internet yang online sebanyak 82 juta orang, pengguna aktif ponsel 285 juta orang, dan 41 juta orang pengguna aktif smartphone. ” Dunia sosial media sangat efektif untuk memperkenalkan kekayaan alam kita, daerah wisata kita, pariwisata di daerah juga harus melaksanakan perannya di sosial media dengan baik. Dan ini sudah sangat terbukti efektif sesuai dengan komando pak Menteri, wisata Indonesia harus muncul terus dari berbagai jalur,”ujar wanita berhijab itu. Watie mengaku pelatihan sosial media bukan lah hal yang pertama yang dilakukan oleh Kementerian Pariwisata. Tingkatan eselon 1 hingga 2 sudah diberikan bekal pelatihan oleh kementerian melalui staf menteri yang paham betul dengan sosial media. ” Presentase yang paham dunia sosial media juga sudah bertambah di internal kami, nah strategi teknis ini kami lakukan lagi semoga semakin banyak yang paham dengan sosial media dan aktif memasarkannya. Karena sangat efektif dan cepat, kita tanpa sadar sudah berubah haluan ke dunia internet,”ujar ibu yang ramah itu. Menurut data google juga, orang Indonesia lebih banyak memiliki waktu 2x lebih lama membrowsing internet dibandingkan menonton televisi. 94 persen menggunakan internet, 75 persen menonton televisi, 35 persen mendengarkan Radio, 34 persen membaca koran dan 23 persen membaca majalah. ” Strategi POS (paid media,own media, sosial media) pak Menteri kami akan jalankan terus dan kami akan berusaha menjalankan dengan konsisten. Karena beliau meminta karakter para pegawai kementerian harus cerdas dan cepat. Segala sesuatu harus dijalankan dengan cepat,”ujar Watie. Dalam pelatihan tersebut, dinas-dinas budaya dan pariwisata dari berbagai daerah hadir. Diantaranya adalah Dinas Budpar Sumatera Selatan,NTT, NTB, Sulawesi Tengah dan sebagainya. Tercatat 16 Dinas Budpar antusias mendengarkan pelatihan teknis cara mengoperasikan sosial-sosial media yang terkenal di tanah air. Diantaranya adalah Facebook, Twitter, Web atau situs online dan you tube.(lis)
Kemenpar 300 x 250
e-Permormance
LPSE
PPID
JDIHN