Serapan Tenaga Kerja Sektor Pariwisata Tinggi, Menpar Genjot SDM

Selasa, 24 November 2015 | 13:58
Share this post :
Indopos.co.id- Yang membedakan satu negara ke negara lainnya adalah manusianya. Yang membedakan satu manusia ke manusia lainnya adalah karakter dan kompetensinya. Kalimat tersebut menjadi kalimat pembuka dari Menteri Pariwisata, Arief Yahya pada rapat kordinasi perguruan tinggi penyelenggara pendidikan pariwisata se Indonesia, di MerlymPark Hotel, Selasa (24/11). "Industri pariwisata relatif lebih bagus dibanding manufakturing dan otomotif. Dampaknya terhadap serapan tenaga kerja cukup tinggi. Karena itu, sumberdaya manusia di bidang ini perlu digenjot," ujar Arief Yahya saat melakukan paparan pada kegiatan rapat kordinasi perguruan tinggi penyelenggara pendidikan pariwisata se Indonesia di Merlynpark Hotel, Selasa (24/11). Arief Yahya juga mengatakan pariwisata menjadi prioritas pembangunan pada Kabinet Kerja dengan lebih memperhatikan pembangunan infrastruktur, maritim, dan energi. Diakui Menpar, Indonesia masih belum bisa mengalahkan Malaysia dan Thailand dalam hal kontribusi produk domestik bruto (PDB). Saat ini, kontribusi total travel and tourism terhadap PDB nasional pada 2014, baru menyumbang 9% PDB. Akan tetapi untuk kedepan, sektor pariwisata akan bisa mengalahkan migas, tambang dan sawit. ”Sementara Malaysia sudah 15% dan Thailand 19%. Bangsa ini memang lelet. Tapi kita harus menjadikan kelemahan itu sebagai kekuatan, kita harus mencambuknya,” katanya. Ketika kita sudah mengalahkan mereka, tambahnya, maka pariwisata menjadi penghasil devisa terbesar. Di Asia, sektor pariwisata Indonesia sebagai penghasil devisa ada di urutan kelima setelah Bangladesh. Sedangkan untuk total dunia, Indonesia ada di urutan 104. ”Kita selalu kalah dengan Malaysia yang ada di urutan 25 di dunia, Thailand ranking 35, dan Singapura ada di posisi 11 dari 141 negara. Itu artinya kita belum dengan baik membangun industri pariwisata,” ujarnya. Dijelaskan, rakornas ini digelar sebagai upaya mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM)  bidang pariwisata yang unggul seiring mulai diberlakukannya Masyarakat  Ekonomi  ASEAN (MEA) akhir 2015 ini. Rakornas yang mengangkat tema ”Peningkatan Kualitas Pendidikan Tinggi Pariwisata yang Berstandar Internasional” tersebut diikuti 107 perguruan tinggi dari seluruh Indonesia, berlangsung pada 23-25 November 2015. Sementara itu, Ahmand Sya, Deputi Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan Kemenpar mengatakan dalam kegiatan tersebut pihaknya mengundang 107 universitas. Dari sejumlah tersebut, hanya dua yang tidak hadir pada kesempatan tersebut, itu artinya perguruan tinggi pun sudah semakin perduli dengan perkembangan sektor pariwisata. "Alhamdulillah, 105 Universitas yang ada jurusan pariwisata datang. Ini bentuk respon yang sangat positif untuk membangun pariwisata Indonesia," ujar Ahman Sya. (nel)
Kemenpar 300 x 250
e-Permormance
LPSE
PPID
JDIHN