Ditinjau Presiden Jokowi, Komodo? Kian Ngetop

Minggu, 27 Desember 2015 | 13:59
Share this post :
Indopos.co.id - Presiden Joko Widodo betul-betul mengecek berbagai fasilitas dan infrastruktur objek wisata Taman Nasional Komodo kemarib. Dia mengingatkan, jangan sampai kapasitas hotelnya kurang? Jangan sampai fasilitas transportasinya tidak menampung? Jangan sampai jalan dan akses di Labuan Bajo tidak memenuhi standar? Jangan sampai landasan pesawat dan fasilitas bandara tidak cukup? Jangan dibayangkan yg datang sekarang? "Jika dipromosikan besar-besaran, jumlah wisman yg datang makin besar! Apa yang kurang? Pulau Komodo adalah salah satu dari 10 destinasi prioritas sekarang," kata Presiden Jokowi di Labuan Bajo. Tugas Kemenpar adalah mempromosikan Labuan Bajo dan Komodo. Tugas Menteri PU-Pera menyiapkan infrastruktur. Tugas Menhub menaikkan status bandara Komodo menjadi lebih panjang dan fasilitas lebih lengkap dan layak menjado bandara internasional. Tugas Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, menjaga kawasan konservasi dari potensi kerusakan seperti pengebom liar yang tak bertanggung jawab. Tugas Pemda memastikan dan mengajari masyarakat untuk menjadi tuan rumah yang baik, menjaga kebersihan, kerapian, keamanan dan ketertiban. UU Otonomi Daerah mengamanatkan, daerah harus lebih pro aktif, karena merekalah yang sepanjang hari melihat, mengamati, dan tahu detailnya. Badan Ekonomi Kreatif yang mensuplay dan produksi souvenir yang sudah siap dipasarkan. ?Minggu 27 Desember 2015, Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo berkunjung ke Taman Nasional Komodo. Naik zHeli Super Puma TNI AU, jarak Labuan Bajo -Taman Nasional Komodo ditempuh dalam waktu 20 menit. ?Presiden Joko Widodo berkunjung ke Pulau Komodo karena ingin melihat langsung fasilitas-fasilitas infrastruktur pariwisata yang ada di Labuan Bajo, Pulau Komodo dan sekitarnya. "?Apa yang harus diperbaiki, apa yang kurang, karena Pulau Komodo ini termasuk dalam sepuluh prioritas destinasi," ucap Presiden. Komitmen Presiden untuk pengembangan daerah ini sangat serius. Fasilitas sepertti dermaga laut dan perpanjangan landas pacu bandara yang diminta menpar Arief Yahya seperti dermaga, aksesibilitas, suvenir, air bersih, ?dll pun tidak lama lagi dikerjakan. Fasilitas lainnya yang disanggupi Presiden untuk dibangun adalah pembangunan Gedung SMA. Presiden telah mendapatkan informasi dari Gubernur NTT, Kepala Balai Taman Nasional Komodo dan Kepala Desa. Pada tahun 2016 nanti, pemerintah akan melakukan promosi besar-besaran untuk 10 destinasi tersebut, sehingga harus diperhitungkan kapasitas hotel pada beberapa tahun mendatang, mengingat telah diperpanjangnya runway bandara Komodo di Labuan Baju, sehingga akan banyak pesawat berdatangan dan banyaknya wisatawan. "Sekarang hotelnya cukup, tapi nanti pesawat banyak yang datang, hotelnya masih kurang," ujar Presiden. Presiden mengingatkan jangan sampai promosi besar-besaran yang dilakukan nanti tidak didukung dengan kesiapan di lapangan sehingga mengecewakan wisatawan yang datang. "Kalau ini (Pulau Komodo) menurut saya, sangat siap," kata Presiden.? Dalam kunjungan ini, ?Presiden dan Ibu Negara mendengarkan penjelasan singkat dari Kepala Balai Taman Nasional Komodo Helmi. "Kami menjaga betul keberadaan Komodo, sehingga jika ada wisatawan harus didampingi oleh pemandu dari kami," ujar Kepala Taman Nasional Komodo Helmi. Luas Taman Nasional Komodo ini adalah 31 ribu hektar dan terdapat 2.900 Komodo. "Jumlahnya tidak pernah bertambah atau berkurang, bahkan bangkainya pun kami tidak pernah melihatnya, karena bangkainya dimakan oleh Komodo juga," ucap Helmi. Belum lama, Menpar Arief Yahya, Menkomar Rizal Ramli dab Menperin Saleh Husein juga berkunjung ke Pulau Rinca, Pink Beach, dan membuat lebih dari 5 keputusan penting. "yang pasti Komodo makin ngetop, makin menarik investor di bidang pariwisata dan bahari," tambah Arief Yahya.(lis)
Kemenpar 300 x 250
e-Permormance
LPSE
PPID
JDIHN