Menpar Berharap Top 5 Lokasi yang Layak Masuk Underwater Streetview Google

Senin, 28 Desember 2015 | 16:47
Share this post :
Indopos.co.id- Rencana Bos Google Sergey Brin untuk merekam keindahan Raja Ampat di Google Underwater Streetview ditanggapi positif oleh Menteri Pariwisata Indonesia Arief Yahya. Mantan Direktur Telkom Indonesia itu mentargetkan bukan hanya Pulau Komodo dan Raja Ampat saja yang masuk program khusus perusahaan internet terbesar di dunia itu. ” Tentu kami sangat bahagia dan penyambut positif niat Brin untuk mengabadikan gugusan pulau di Papua itu. Namun kami juga ingin beberapa wilayah lain agar diabadikan dan disebarkan dengan cara serupa. Karena keindahan Indonesia masih sangat banyak,”ujar Arief Yahya. " Saya minta nanti ada top 5. Jadi ada lima yang dibuat. Underwater ini sebagai langkah pertama saja, " ujarnya saat ditemui Sergey di Kantor Menteri Pariwisata, Jakarta. Dalam kunjungannya ke Indonesia, salah satu pendiri Google, Sergey Brin menyempatkan diri menikmati kekayaan alam Raja Ampat. Di wilayah yang jadi salah satu andalan wisata Indonesia itu, dia mengaku terpukau dan ingin merekam keindahannya dalam Google Underwater Streetview. "Salah satu produk kami Underwater Streetview. Saat ini di dalamnya sudah ada Pulau Komodo, tapi Raja Ampat belum termasuk, " ujar bos Google X itu di sela kunjungannya ke Kementerian Pariwisata, Senin (28/12/2015). "Akan bagus sekali kalau keindahan alam bawah laut Indonesia bisa dibagikan ke banyak orang dan akan lebih banyak turis yang datang, tentu turis yang lebih ramah lingkungan,” imbuhnya.Sebelum mengungkap niat memetakan dunia bawah air Raja Ampat, Brin mengaku sempat mengunjunginya selama empat hari. Di sana dia melakukan berbagai kegiatan, mulai dari hiking, kayak, hingga menyelam. Ketika menyelam itulah pria kelahiran Rusia ini merasa takjub melihat kekayaan flora dan fauna di sana.Brin juga bertemu dengan sekelompok penyelam yang bercerita banyak mengenai keindahan alam gugusan pulau itu.(lis) 
Kemenpar 300 x 250
e-Permormance
LPSE
PPID
JDIHN