Destinasi Tanjung Kelayang Segera Miliki Bandara Internasional

Rabu, 11 Januari 2017 | 12:16
Share this post :

INDOPOS.CO.ID – Janji Menhub Budi Karya Sumadi untuk menaikkan status Bandara H.A.S. Hananjoeddin, di Jalan Buluh Tumbang, Belitung, Babel menjadi international airport benar-benar ditepati. Seperti dilaporkan Pokja Percepatan 10 Destinasi Prioritas Kemenpar di Belitung, Larasati Sedyaningsih, saat ini pelabuhan udara itu sedang direnovasi agar bisa didarati pesawat langsung dari mancanegara. 

“Persiapan menuju bandara internasional terus dilakukan. Beberapa bagian sudah selesai, seperti ruang tunggu, ruang imigrasi, tempat menurunkan bagasi, dan lainnya. Beberapa bagian masih dalam tahap penyelesaian. Akhir Januari 2017 ini sudah bisa diresmikan,” sebut Larasati.

Menpar Arief Yahya pun mengapresiasi Kemenhub Budi Karya yang konkret mensupport pengembangan Akses, salah satu unsur penting dalam pengembangan destinasi. Selain Atraksi dan Amenitas, Akses merupakan kunci utama dalam membangun destinasi. “Di semua destinasi prioritas, bandaranya pun harus diprioritaskan untuk menjadi internasional airport,” jelas Menteri Pariwisata RI, Dr Ir Arief Yahya MSc di Jakarta.

Terakhir, Mantan Dirut PT Telkom Indonesia dan Menhub Budi Karya Sumadi  yang mantan Dirut Angkasa Pura II itu sudah berkomitmen di hadapan Gubernur Babel Rustam Efendi, dan Bupati Belitung Sahani Saleh saat berkunjung di Negeri Laskar Pelangi itu. Mereka bertekat menaikkan status bandara dengan runway sepanjang 2.250 meter lebar 45 meter itu agar memenuhi syarat sebagai international airport.

“Tidak harus menunggu 2018, kelamaan. Awal tahun 2017 terminal yang ada disekat menjadi terminal domestik dan internasional. Termasuk berkoordinasi membuat CIQP –Costume, Immigration, Quarantine, Port di sana,” kata Budi Karya Sumadi saat itu, di acara press conference di lokasi ground breaking Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata, Tanjung Binga, Sijuk, Belitung.

Secara paralel, Budi Karya akan meng-up grade bandara Belitung yang saat ini sudah kesempitan. Rata-rata per hari sudah 2.000 penumpang yang lalu lalang di sana. Belum termasuk pengantar dan penjemput yang jumlahnya terus meningkat.

Budi Karya pun tahun ini akan memperpanjang landas pacu menjadi minimal 2.500 meter, sehingga bisa didarati Boeing 737-800 yang daya angkutnya lebih besar.

“Terminal penumpang juga akan dibesarkan berkapasitas 20.000 orang,”  kata Budi Karya yang juga ikut dalam ground breaking Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Kelayang itu.

Bukan hanya itu, Budi Karya juga memikirkan akses atau transportasi publik dari Bandara H.A.S. Hananjoeddin sampai ke KEK Tanjung Kelayang. “Akan segera beroperasi bus Damri dari Bandara-Tanjung Kelayang untuk mempermudah arus transportasi. Juga Kapal Roro yang berkeliling dari pulau ke pulau, menghubungkan secara regular Bangka-Belitung,” jelasnya.

Menpar Arief Yahya pun memuji semangat dan komitmen Menhub Budi Karya tersebut, yang karya bandara itu menjadi factor penting dalam pengembangan 10 destinasi wisata prioritas. “Pak Menhub ini bukan janji kosong, saya sudah dikirim foto-foto up date terbaru, situasi bandara. Keren! Status Bandara Internasional Belitung ini adalah kunci atau critical success factor percepatan pengembangan Pariwisata di sana. Masih ada satu lagi soal dermaga titik labuh untuk cruise atau kapal pesiar yang bisa mengangkut 3.000 turis dan juga marina untuk parkir yacht (perahu pesiar) yang lebih kecil,” ungkap Arief Yahya.

Mengapa Arief Yahya begitu happy, melihat perkembangan Belitung? Pertama, bandara internasional segera beroperasi, berarti aka nada direct flight menuju ke Belitung. Kedua, Belitung adalah KEK yang paling cepat, hanya 6 bulan sudah ditandatangi Presiden RI Joko Widodo. Ketiga, sejak ditandatangani bulan Maret 2016, hanya kurun waktu 6 bulan sudah mulai ground breaking Hotel Dharmawangsa Group di Belitung. “Semuanya serba cepat!” kata Arief Yahya.

Selain soal akses yang progress, Larasati dan Ketua Pokja 10 Top Destinasi Hiramsyah Sambudy Thaib juga melaporkan soal atraksi. Menurut dia, PT. Ranati, pengelola lahan di kawasan Pantai Tanjung Tinggi telah merencanakan pembangunan di lokasi wisata ini. “Luas area yang dikelola Ranati adalah 25 ha. Rencananya di Pantai Tanjung Tinggi akan dibangun pagar permanen di bagian pinggir aspal. Di dalamnya akan dijadikan area publik dan ruang terbuka hijau. Akan ada kamar bilas dan kamar ganti serta taman,” jelas Hiramsyah.

Sedangkan soal amenitas, lanjut Hiram, Pembangunan PLTMG 25 MW oleh PLN Babel sudah mencapai 85%. Diharapkan bulan bulan Februari 2017 sudah Dapat digunakan untuk menambah liatrik di Belitung, terutama utk menunjang hotel-hotel yang sedang dibangun. Penambahan kapasitas spam Sijuk 200 L/detik dan distribusi ke KEK sudah dianggarkan di tahun 2017 oleh Dirjen Air Bersih, Kemenpupera.

Lalu, Pembangunan Lapangan golf 18 hole di kawasan Pantai Bilik, kec. Sijuk, Kab. Belitung. PT. Ranati selaku pengembang sudah melakukan land clearing. Selanjutnya akan membangun fasilitas irigasi guna keperluan penyiraman dan penanaman rumput. “Diharapkan akhir 2017 lapangan golf itu sudah selesai dan awal 2018 sudah dapt digunakan,” ungkapnya.(*)

Kemenpar 300 x 250
e-Permormance
LPSE
PPID
JDIHN