Giliran Desa Wisata Wanurejo Borobudur Disentuh Kemenpar

Kamis, 12 Januari 2017 | 08:19
Share this post :

INDOPOS.CO.ID– Desa wisata makin eksis hadir di kawasan 10 destinasi prioritas. Setelah Desa Wisata Kreatif Terong di Belitung, Pokja Percepatan 10 Destinasi Prioritas Kemenpar mulai mengenalkan Desa Wisata Wanurejo yang letaknya tak jauh dari kompleks Candi Borobudur.

"Yang kebetulan sedang berwisata di Borobudur, bisa sekalian mampir ke Desa Wisata Wanurejo. Di Wanurejo ini wisatawan bisa bersahabat dan menyatu dengan alam, sehingga orang ke Borobudur tidak hanya ke candi saja tetapi banyak tujuan wisata di kawasan Borobudur yang dapat dinikmati,” terang Ketua Pokja Percepatan 10 Destinasi Prioritas Kemenpar Hiramsyah S Thaib yang didampingi PIC Borobudur, Larasati, Rabu (11/1).

Sebagai desa wisata, Wanurejo memang punya segalanya. Homestay bergaya Jawa klasik banyak bisa dengan mudah dijumpai di sana. Semuanya masih terawat baik. Harganya pun bisa disesuaikan dengan kondisi kantong wisatawan. “Marketing homestay desa wisata ini bisa dilakukan oleh ITX –Indonesia Travel Xchange--, digital market place yang diendors oleh Kemenpar untuk untuk dikoneksi dengan buyer dan channel ke industri global,” kata Menpar Dr Ir Arief Yahya MSc.

Aktivitas warganya? Tak jauh beda dengan Bali. Di sini, tradisi Jawa masih terpelihara dengan baik.  Salah satu tradisi sebagai sarana untuk berkumpulnya para perantau dan masyarakat Desa Tingal Wanurejo adalah Tradisi Nyadran. Ini adalah kegiatan mengunjungi makam leluhur atau keluarga yang diadakan setiap minggu ketiga di Bulan Ruwah.

Ada juga kirab budaya Merti Desa (bersih desa atau sedekah bumi, red) dari upacara adat Saparan. Acara ini mengusung gunungan hasil bumi setinggi 5 meter berupa buah-buahan, sayur-mayur, palawija, dan padi. Wisatawan dapat menyaksikan kirab tersebut yang berangkat dari Candi Pawon melewati jalan di sekitar Borobudur dan berakhir di Lapangan Pondok Tingal. Yang perlu dicatatm kirab budaya ini selalu memecahkan rekor MURI maupun rekor dunia dalam berbagai kategori setiap tahunnya. Hal inilah yang membuat Desa Wanurejo merupakan desa wisata yang unik, menarik, dan memiliki eksotisme yang luar biasa.

Selain tradisi, kesenian dan kerajinannya juga hidup. Beberapa galeri telah dibangun. Kemudian berbagai kerajinan mulai dari kerajinan kayu, bambu, batik, fiber, dan sebagainya juga bisa ditemui di beberapa titik di Wanurejo.

Panorama alamnya? Sangat indah. Bila menjejakkan kaki hingga penjuru-penjuru dusun di Desa Wanurejo, berbagai pemandangan alam dan aktivitas masyarakatnya bisa dengan mudah dijumpai. View Candi Borobudur sebagai “Mahakarya Budaya Dunia” atau World Cultural Masterpiece dengan balutan hijaunya pematang sawah bisa dengan mudah dijumpai di Wanurejo. “Atraksi berupa peninggalan budaya di Borobudur sudah berkelas dunia. Kompleks candi terbesar di dunia itu sudah menjadi bangunan warisan budaya yang tercatat UNESCO itu. Dengan tambahan ekosistem pariwisata berupa desa wisata Wanurejo, Borobudur jadi makin terlihat hebat,” tambah Hiram – sapaan akrab Hiramsyah.

Pria berkacamata tadi menjamin, sensasi menjelajahi desa wisata ala Wanurejo tadi akan terasa mengasyikkan. Selain menikmati pemandangan, ada interaksi dengan penduduk lokal yang bisa dinikmati. “Merefleksikan keramahan setiap warga yang ditemui itu asyik. Silahkan ke Wanurejo kalau tak percaya,” sambung Hiram.

PIC Borobudur, Larasati, ikut buka suara. Dari paparannya, ada sembilan dusun yang bisa disambangi saat menginap di Wanurejo. Barepan, Jowahan, soropadan, Tingal Kulon, Tingal Wetan, Brojolan, Ngentak, Gedongan, dan Bejen, adalah dusun-dusun yang direkomendasikan untuk dikunjungi. “Setiap dusunnya memiliki potensi wisata yang unik,” terang Larasati.            

Dusun Barepan misalnya. Di sini wisatawan bisa menikmati Wisata Pertanian dan Perikanan, Wisata Kerajinan Kayu, Gypsum, Bambu, Makanan, Souvenir, dan Batik, Dayakan, Pitutur dan Cokekan, Keroncong, Tong-tong Lek hingga Hotel, Penginapan, dan Homestay.

Dusun Jowahan nyaris sama. Selain Wisata Pertanian dan Perikanan, Wisata Kerajinan Kayu, Gypsum, Bambu, Makanan, Souvenir, dan Batik, Pitutur dan Cokekan, Hotel, Penginapan, dan Homestay, ada Pendopo Nitiharjan dan Joyowiyatan yang bisa dinikmati.

Di Dusun Soropadan, wisatawan bisa menikmati Arumba (alunan musik bamboo, red) sera Hotel, Penginapan, dan Homestay. Dusun Tingal Kulon punya cerita lain lagi. Ada Wisata Ziarah Makam GPH Tejo Kusumo (cikal bakal desa Wanurejo, red), Wisata Pertanian dan Perikanan, Mata Air Suci Umbul Tirta, Wisata Kerajinan Kayu, Gypsum, Bambu, Makanan, Souvenir, dan Batik, Jathilan, Pitutur dan Cokekan, Wayang Kulit. Galeri Lukis, Rumah Batik. Pendopo Nitiharjan dan Joyowiyatan. Serta Hotel, Penginapan, dan Homestay yang siap menyapa wisatawan.

Yang ke Dusun Tingal Wetan dan Dusun Ngentak, ada Jathilan yang siap menemani. Dusun Brojolan siap menyapa dengan Candi Mendut, keindahan alam dan Pusat Budaya Desa.

Di Dusun Bejen, wisatawan bakal menjumpai  kesenian Kobro. Sementara di Dusun Gedongan, ada outbond dan Bumi Perkemahan, Wisata Kerajinan Kayu, Gypsum, Bambu, Makanan, Souvenir, dan Batik serta Dayakan. “Jika wisatawan ingin merasakan perpaduan antara berwisata menikmati alam pedesaan dengan aktivitas masyarakat desa setiap harinya, Wanurejo tempatnya,” ucap Larasati. (*)

Kemenpar 300 x 250
e-Permormance
LPSE
PPID
JDIHN