Pemerintah Apresiasi Pameran Logistik Terbesar

Senin, 06 Maret 2017 | 21:03
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Menhub Budi Karya Sumadi

INDOPOS.CO.ID - Pemerintah sangat mengapresiasi pameran logistik terbesar di dunia yang diselenggarakan pada 2-4 Maret 2017 di BSD City, Tangerang, Banten. ”Ini merupakan satu langkah baik, karena memang kita akui logistik kita belum begitu baik. Dengan kegitan ini, kita optimistis dapat memperbaiki sektor logistik nasional. Pameran ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing logistik Indonesia di tingkat global,” ujar Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi saat membuka pameran logistik terbesar, akhir pekan lalu.

Menurut dia, kegiatan ini diharapkan juga dapat menggali serta mengelola dengan lebih baik potensi-potensi logistik yang ada di Indonesia, sehingga bisa menigkatkan daya saing logistik nasional.

Presiden Direktur PT Debindo-ITE Effi Setiabudi menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan yang pertama kalinya di Indonesia dan ASEAN. ”Ini adalah pameran terpadu konferensi internasional sektor industri rantai pasok logistik (supply chain logistics) diselenggarakan bersama PT Debindo-iTE, Deutsche Messe dan ITE Group Plc dengan menampilkan tiga pilar industri logistik meliputi intra-logistics, external logistics dan cold-chain,” katanya.

Effi menjelaskan, dalam even yang dirancang khusus menjadi business platform bagi para pelaku dan pelanggan layanan bisnis sektor supply chain, Asosiasi Logistik dan Forwarder lndonesia (ALFI) dan Asosiasi Logistik lndonesia (ALI) menjadi co-organiser sebagai bentuk kemitraan sinergi dan dukungan terhadap program dan kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan logistik dan transportasi multimoda Indonesia.

Pameran diikuti 98 Exhibitor berasal dari 15 negara antara lain Belanda, Belgia, Czech, China, india, Italia, Jepang, Jerman, Korea Selatan, Malaysia, Singapura, Taiwan, Uni Emirat Arab dan Vietnam serta lndonesia sebagai tuan rumah. CeMAT Southeast Asia merupakan bagian dari CeMAT Worldwide sebagai pameran intralogistik terbesar dunia milik Deutsche Messe yang digelar di Jerman, Italia, Rusia, India, Australia, Amerika Selatan, dan China, sedangkan untuk kawasan Asia Tenggara hanya diselenggarakan di indonesia bersama PT Debindo-ITE.

Sementara itu, TransAsia Jakarta dan Cold Chain lndonesia adalah bagian dari ITE Transport & Logistics Show Series yang diselenggarakan di berbagai negara termasuk Translogistica Rusia. Selama tiga hari pameran, CeMAT Southeast Asia l Trans Asia Jakarta | ColdChain Indonesia 2017 disemarakkan dengan kegiatan konperensi internasional bertema ‘Accelerating lnterconnectivity: ASEAN and Beyond’ dengan menghadirkan para pembicara dari dalam dan luar negeri.

Di antara pembicara kunci dari kalangan pembuat kebijakan adalah Menhub Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto serta Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

Selain itu tampil memberikan presentasi antara lain Bambang Eka Cahyana Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia I (Pelindo I), Denny Fikri Direktur Utama PT Angkasa Pura Cargo. Dari kalangan tokoh bisnis nasional Asia Pasifik yang siap berbagi pengetahuan, pengalaman dan wawasan antara lain Myung Soo Chun Chairman Korea Food Cold Chain Association, George W. Prest CEO Material Handling industry of America, Dr Jonathan Beard Head of transportation and logistics consultancy in Asia for Arcadis.

Lalu Grant Winescott Senior Director of Technology Ecosystem Expansion Atlanta. Pakar logistik dari dunia akademik juga akan hadir antara lain Prof. Caroline Chan dari RMIT University Australia dan Prof. Dr. ir. Teuku Yuri M. Zagloel dari Universitas Indonesia, serta masih banyak lagi tokoh dan pejabat tinggi.

Deputi Bidang Industri dan Perdagangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Edy Putra Irawady mengatakan, rencana pemerintah menerbitkan paket kebijakan ekonomi jilid 15 tinggal menunggu waktu. Sebab paket kebijakan yang digodok Kemenko Perekonomian tersebut sudah disetujui Presiden Joko Widodo. Kebijakan ini dinilai cukup penting untuk membenahi tata niaga dan memperkuat logistik di Indonesia. ”Sudah disetujui Bapak Presiden. Kita fokus bagaimana kawan-kawan pelaku jasa logistik nasional punya daya saing kuat dan bisa berperan di kawasan. Kami mintakan itu keluar dalam paket 15,” ujar dia.

Paket kebijakan 15 mengenai logistik itu, lanjut Edy, temanya cukup banyak. Selain para pelaku logistik harus menguasai manfaat ekonomi logistik yang cukup besar, juga membahas komoditas. ”Bagaimana kita tidak ribut lagi masalah kelangkaan, harga, gonjang-ganjing atau gangguan impor. Itu sub tema logistik,” terangnya. (bud/jpg)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%