Kemenpar Gelar Bimtek Pengembangan Wisata Halal di Lombok

Senin, 20 Maret 2017 | 18:09
Share this post :

INDOPOS.CO.ID –  Kementerian Pariwisata terus mendrive pengembangan percepatan wisata halal di Lombok, NTB. Yang terbaru, kementerian yang diremote langsung oleh Arief Yahya akan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal Lombok, 21 Maret 2017. Agenda ini akan dipusatkan di Golden Palace Hotel,  Mataram,  NTB.

Acara yang digelar Asdep Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Budaya Kementerian Pariwisata itu diset bakal berjalan seru. Dari mulai Kadispar ProvinsiNTB,  Lalu M Faozal, Kadispar kab/kota se-Lombok dan

Sumbawa, Ketua ASITA Asnawi Bahar, Ketua PHRI, Ketua BPPD Lombok, anggota timpercepatan wisata halal Kemenpar Hafizuddin Ahmad serta industri/usaha, semua akan hadir di Golden Palace Hotel,  Mataram, NTB. Muaranya, apalagi kalau bukan membangun wisata halal di provinsi yang sukses menyambar tiga gelar juara dunia di World Halal Tourism Award 2016 itu.

“Ini untuk memberikan energi positif bagi para pelaku wisata. Label tujuan wisata halal dunia sudah memberikan semangat baru di Nusa Tenggara Barat,” terang Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Wisata Budaya Kemenpar, Lokot Ahmad Enda, Senin (20/3).

Lombok yang di dalamnya ada Mandalika, kawasan yang sedang disiapkan menjadi 10 Bali Baru itu memang  mulai dilirik dunia. Harga tawarnya kian tinggi. Delegasi Kerajaan Saudi yang ikut diboyong Raja Salman ke Indonesia sampai kepincut menanamkan investasi di Pulau Seribu Masjid itu. “Prestasi juara dunia Halal Tourism yang diraih Lombok benar-benar telah membuka mata dunia. Bimbingan Teknis Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal Lombok jadi sudah pas. Kita drive seluruh lini dengan standar dunia,” tambah Lokot.

Tak ingin tampil loyo, 40 orang dari Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota di Lombok dan Sumbawa, Dispenda, Bappeda, Dinkes dan  LPPOM MUI pun ikut diundang. Mereka akan disusupi ‘virus’ percepatan pengembangan wisata halal di Lombok. Semuanya akan diajak menyusun rencana aksi, strategi, dan rencana percepatan pengembangan pariwisata halal provinsi NTB. “Ini sekaligus menyusun paket  wisata halal NTB yang siap jual,” ucap Lokot.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan NTB lalu Moh. Faozal menambahkan, sebagai tuan rumah. Lombok dijamin sudah siap menyongsong event konstruktif tadi. Kesiapan NTB menjadi destinasi wisata halal, menurutnya, sudah didukung Perda tentang Pariwisata Halal, Pergub tentang wisata Halal, proses SK Gubernur tentang Tim percepatan wisata halal serta sertifikasi dan standardisasi halal bagi 100 hotel dan restoran 2016.

“Kami juga memberikan stimulan Rp 1 miliar untuk sertifikasi usaha ekonomi halal, kerjasama dinas pariwisata provinsi dengan MUI. Selain itu segera dibangun dua proyek infrastruktur berkonsep Halal, dan pengembangan wisata pantai khusus dengan konsep pantai halal. Detail Engineering Design (DED) sudah selesai dan pedoman penyelenggaraan usaha hotel halal,” ungkapnya.

Saat ini, lonjakan wisman ke NTB sudah mulai terasa. Lombok pun mulai bersolek dengan sesuatu yang berkaitan dengan wisata halal. Contohnya adalah lighting masjid-masjid di Lombok. Lighting-nya memberi kesan yang bagus di malam hari. Cahaya lampu yang bagus membuat banyak Masjid terlihat semakin unik di NTB.

Menpar Arief Yahya berharap branding Lombok sebagai wisata halal semakin memperkuat positioning NTB. Industri di Lombok juga segera menjual paket-paket wisata halal ke originasi terkait. Apalagi begitu banyak destinasi yang belum digarap optimal di sana. “Semua lini harus siap dan kompak dengan program masing-masing di wisata halal itu. Ini akan menjadi pintu untuk membangun Lombok sebagai destinasi berkelas dunia," kata Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI.

Kunjungan Raja Salman bin Abdul Aziz bin Saud lalu menjadi pemicu positif, bahwa Arab Saudi sangat terpikat oleh Bali berikut kulturnya. Lombok punya potensi yang memenuhi syarat bagi travellers Timur Tengah untuk berlama-lama tingal di sana. Hijau, air, pantai, gunung, sawah, sampai bawah laut, semu ada di Lombok. "Kalau atraksinya sudah world class, tinggal akses dan amenitas yang diperkuat. Ujungnya harus dipromosikan dengan baik, sesuai dengan target pasarnya," kata Menteri Arief. (ags)

Kemenpar 300 x 250
e-Permormance
LPSE
PPID
JDIHN