KKP-BPPT Kembangkan Teknologi Budidaya

Kamis, 20 April 2017 | 13:16
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
KERJA SAMA:Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto (kiri) melakukan penandatangan nota kerja sama antara KKP dengan BPPT, di Gedung KKP, Jakarta, Selasa (18/4).

INDOPOS.CO.ID - Sub sektor Perikanan diprediksi akan menjadi barometer utama dalam mencukupi kebutuhan pangan nasional. Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto selepas penandatangan nota kerjasama antara KKP dengan BPPT, di Gedung KKP, Selasa (18/4) lalu.

”Untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional adalah dengan mendorong peningkatan produksi nasional berbasis komoditas unggulan melalui pengembangan inovasi teknologi yang efektif, efisien, dan mampu diadopsi secara massal oleh masyarakat,” kata Slamet Soebijakto.

Menurutnya, sebagai salah satu lembaga pengkajian dan penerapan teknologi yang ada di Indonesia, BPPT memiliki peran strategis terutama dalam menciptakan inovasi teknologi perikanan budidaya, sehingga kerjasama dengan KKP ini memiliki nilai penting dalam memberikan solusi bagi optimalisasi sumberdaya perikanan budidaya di Indonesia.

Slamet menggarisbawahi bahwa saat ini di tengah tantangan besar perubahan iklim dan lingkungan global yang secara langsung akan sangat berpengaruh terhadap penurunan produktivitas pada sektor-sektor yang berbasis pangan, maka segenap stakeholders perikanan budidaya khususnya lembaga/instansi riset harus berjuang ekstra keras dalam mengantisipasi tantangan tersebut. Inovasi teknologi yang berbasis mitigasi dan konservasi, pemilihan komoditas/spesies yang memiliki performance lebih baik khususnya yang adaptif terhadap kondisi lingkungan sejak dini harus menjadi fokus pengembangan.

”Fokus kerjasama KKP dengan BPPT ke depan, saya rasa perlu lebih difokuskan pada upaya-upayabagaimana mendorong produktivitas tinggi ditengahtantangan perubahan iklim dan lingkungan global saat ini,” jelas Slamet.

Kerjasama KKP-BPPT setidaknya akan diarahkan pada 5 bidang yaitu, Pengembangan spesies ikan yang adaptif, teknologi di bidang genetika, pengembangan hormone rekombinan, pengelolaan kesehatan ikan dan lingkungan, dan pengembangan teknologi nutrisi (pakan).

Salah satu contoh kerjasama pengembangan komoditas budidaya yang adaptif yang selama ini berjalan antara BPPT dengan Ditjen Perikanan Budidaya adalah pengembangan nila salina yang secara nyata telah memberikan manfaat dalam menopang produksi perikanan nasional. Karakteristik keunggulan Ikan Nila Salina yang dapat dibesarkan di KJA laut dan tambak pada kisaran salintias 27- 35 ppt serta memiliki pertumbuhan dan efesiensi pakan yang baik, menyebabkan ikan ini sangat potensial untuk digenjot produksinya.

KKP-BPPT sepakat bahwa kerjasama akan dikembangkan lagi secara luas. Menurut Slamet, ke depan dengan perpanjangan kerjasama ini, maka tidak hanya terfokus pada pengembangan ikan nila salina dan kerapu saja, namun pihaknya secara bersama-sama akan mendorong komoditas potensial lainnya. (nel)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%