Jumlah Peserta BPJS TK Aktif Masih Minim

Kamis, 20 April 2017 | 21:50
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share

INDOPOS.CO.ID - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial(BPJS) Ketenagakerjaan(TK) bersama Kementerian Ketenagakerjaan terus melakukan pengawasan dan pemeriksaan(Wasrik) dengan membentuk tim pemeriksa terpadu. Direktur Jenderal(Dirjen) Pembinaan, Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan, Kesehatan Kerja Binawas Maruli A Hasoloan mengungkapkan, jumlah angkatan kerja di Indonesia mencapai 118 juta orang.

Namun, menurut Maruli hanya 45 juta pekerja saja yang berstatus sebagai penerima upah. Dari jumlah tersebut 23 juta telah masuk dalam kepesertaan BPJS TK. “ Dari angka itu berarti masih banyak tenaga kerja kita yang belum terdaftar dalam BPJS TK,” ujar Maruli A Hasoloan di kantornya, Kamis(20/4).

Dia mengatakan, sejak dibentuk tahun 2016 lalu tim satgas terus bekerja. Hasil sidak tahun 2016 lalu, dari 30 BUMN hanya 4 BUMN dan 16 perusahaan swasta besar yang patuh jaminan sosial. " Jumlah itu menunjukkan masih banyak perusahaan yang belum patuh jamsos," katanya.

Maruli menerangkan, hingga April tahun 2017 jumlah BUMN yang patuh jamsos meningkat sebanyak 26 BUMN. “ Pemeriksaan dilakukan secara berkala dan terpadu, selain kami melayangkan surat teguran ke semua perusahaan,” ungkapnya.

Maruli menegaskan, akan memberikan sanksi tegas kepada perusahaan yang tidak patuh jamsos. Menurut Maruli, berdasarkan PP Nomor 86 Tahun 2013 dan Permenaker Nomor 23 Tahun 2016, maka sanksi tersebut berupa penghentian pelayanan publik. Sebelumnya, pihaknya akan menerbitkan nota pemeriksaan pada pemeriksaan awal. Bila perusahaan tidak patuh maka akan diterbitkan nota penegasan.

“ Sanksi tetap kita terapkan, tetapi mempetimbangkan hal-hal yang berkaitan dengan kesempatan kerja,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Direktur Perluasan Kepesertaan dan HAL BPJS Ilyas Lubis menuturkan, setiap perusahaan wajib memberikan hak jamsos bagi para pekerjanya. Baik itu, Jaminan Hari Tua(JHT), Jaminan Kematian(JKm), Jaminan Kecelakaan Kerja(JKK) dan Jaminan Pensiun(JP). Kepesertaan BPJS, menurutnya berlaku untuk pekerja penerima upah dan pekerja bukan penerima upah.

Dikatakan Ilyas, pihaknya saat ini tengah menyusun roadmap untuk mencapai target 87,8 juta peserta di 2021 mendatang. Tahun ini jumlah peserta BPJS TK mencapai 48,5 juta. Dari jumlah tersebut 26,2 juta peserta berstatus peserta aktif iur, sementara sisanya peserta pasif iur. “ Secara kepesertaan, sudah 50 persen dari jumlah tenaga kerja di Indonesia sudah terdaftar, hanya saja yang peserta aktif iur baru 26,2 juta,” ungkapnya.

Menurut Ilyas, kepatuhan peserta BPJS TK meliputi perusahaan daftar sebagian(PDS) tenaga kerja dan PDS upah. PDS tenaga kerja, dikatakan Ilyas adalah perusahaan yang mendaftarkan sebagian pekerjaannya, sementara PDS upah adalah perusahaan yang mendaftarkan pekerjaannya dengan melaporkan upah yang tidak sesuai.

“ Pemeriksaan tim kami bagi 5 periode. Pada periode 1 hingga 3 untuk perusahaan yang terdaftar di Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten dan DKI Jakarta. Sementara periode 4 dan 5 untuk perusahaan di luar Pulau Jawa,” bebernya. (nas)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%