Geliat Wisata Bondowoso Didorong Lewat Festival Ijen 2017

Jumat, 21 April 2017 | 13:58
Share this post :

INDOPOS.CO.ID – Seolah tak mau kalah dengan tetangganya Banyuwangi, yang selalu sukses menggelar even yang menarik animo wisatawan untuk datang kembali ke Banyuwangi, maka Bondowoso juga mulai membenahi apa saja yang menjadi daya tarik wisata di Kota Tape itu. 

Salah satu diantaranya pada akhir pekan ini digelar Festival Ijen 2017. Even tahunan ini memang sengaja dikemas untuk membenahi pariwisata Bondowoso. Maka tak heran pemda setempat membuat 18 rangkaian even yang fokus untuk menggugah pariwisata Bondowoso. 

Pada pembukaan Sabtu (22/4) nanti akan  dimeriahkan pertunjukkan kesenian daerah serta seni kontempores yang khas Bondowoso. Seperti halnya Singo Ulung, Bluefire Dance. Ada pula  Otomotive Club, Skater and Breaker dance.

Sekda Bondowoso Hidayat mengatakan, Festival Ijen sendiri adalah sebuah rangkaian even yang dilakukan oleh multi stakeholder. Artinya ada banyak bidang yang melakukannya. Dan perhelatannya dilakukan dalam jangka waktu satu tahun. 

“Harapannya tidak lain bisa meningkatkan intensitas kunjungan pariwisata Bondowoso, yang imbasnya bisa meningkatkan perekonomian,” ujarnya. 

Dijelaskan, Festival Ijen adalah agenda promosi daerah yang tahun lalu terbilang sukses. Karena itu tahun ini pemerintah ingin mengulang kembali kesuksesan tersebut. Lebih-lebih tahun ini gelarannya bisa semakin meriah. “Kami ingin membuat gelaran yang selalu ada sepanjang tahun,” tuturnya. 

Dalam gelaran Festival Ijen 2017 ini, akan ada 18 rangkaian kegiatan. Pertama dimulai saat pembukaan. Yakni agenda balap sepeda Road to Ijen. Agenda balap sepeda ini akan diikuti oleh peserta domestik hingga mancanegara. 

Startnya dari alunalun Kota Bondowoso menuju Gunung Ijen. Para ‘penggila’ sepeda ini akan melaju di sepanjang jalur menuju Ijen. Selanjutnya ada gelara, Mountain Ijen Super Gravity 2017. Dimana even ini juga even sepeda namun trip-nya lebih terjal. Yakni dari Megasari-Ijen menuju Batu Soon, Cerme. 

Acara akan berlanjut ke berbagai agenda selanjutnya seperti pemilihan duta wisata kacong jebbing sampai pada Ijen Flying Fest 2017. “Dan saya mengintruksikan ketika ada kegiatan, maka SKPD dan seluruh aparatur pemerintahan turut serta mendukung suksesnya acara,” tegas Sekda Hidayat. 

Sementara Kabid Pariwisata Bondowoso Adi Sunaryadi mengungkapkan, pihaknya menjadi pelaksana pembukaan. Selain menyuguhkan K2 Reagge dan Sunshine SKA, pihaknya menyuguhkan atraksi tari Bluefire. Dimana tari itu adalah hasil visualsiasi dari blue fire di puncak Kawah Ijen. “Kami menghadirkan suasana blue fire di Kawah Ijen dengan pesona gerakan,” tegasnya. 

Karena itu, pihaknya mengajak kepada seluruh masyarakat Bondowoso agar tidak sampai melewatkan malam pembukaan. Selain itu, tahun ini kata Adi ada beberapa even yang merupakan even baru. Seperti halnya Mount Ijen Super Gravity dan Festival Layang-layang. Tentunya berbagai even yang baru ini bisa menambah ramai Bondowoso dengan pengunjungnya.

“Sebab di berbagai even itu, ada daya tarik tersendiri, selain menarik bagi para penghobi olahraga, juga menarik bagi masyarakat,” tegasnya. Dia berharap, masyarakat sejak dini bisa mengetahui berbagai even tersebut. Sebab akan ada banyak titik yang akan menjadi pusat keramaian. Utamanya di sekitar Kecamatan Ijen. Harapannya masyarakat bisa berpartisipasi dengan membuat produk local. 

“Misalnya dari makanan sama souvenir, semuanya bisa ditangkap oleh masyarakat sebagai usaha kreatif,” pungkasnya.

Menpar Arief Yahya mengaku gembira dengan geliat baru Kab Bondowoso, Jawa Timur, untuk menggarap pariwisatanya. Benchmarknya tak perlu jauh-jauh, cukup dengan tetangganya, Banyuwangi. "Berkompetisi yang sehat, beradu kreativitas itu akan membuat semakin hebat dan hidup. Selamat, Bondowoso," kata Menpar Arief Yahya, yang berharap semua kabupaten kota di Jatim mulai menata pariwisatanya. (lis)

Kemenpar 300 x 250
e-Permormance
LPSE
PPID
JDIHN