Wisata Museum Volcano Park Bakal Berdiri di Kawasan BTS

Jumat, 21 April 2017 | 16:48
Share this post :

INDOPOS.CO.ID – Pembangunan Wisata Museum Volcano Park (WMVP) di Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, mulai ada titik terang. Proyek yang diwacanakan tiga tahun lalu itu bakal dimulai pada 2018. Dana yang dibutuhkan memang tidak sedikit, yakni Rp 50 miliar.  Kepastian tersebut disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang Made Arya Wedhantara. ”Kemungkinan besar memang tahun depan,” terangnya.

Optimisme itu muncul setelah pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memastikan bahwa pengembangan kawasan Bromo, Tengger, dan Semeru (BTS) bakal dilakukan mulai tahun depan. Hal tersebut merupakan tindak lanjut dari penetapan BTS sebagai 10 destinasi wisata unggulan nasional.

Pemerintah pusat juga telah memplot anggaran Rp 20 triliun untuk empat wilayah penyangga BTS. Yaitu, Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Probolinggo, dan Kabupaten Pasuruan. Jika dipukul rata, masing-masing daerah bakal mendapat jatah Rp 5 triliun.

Nah, sebagian dari jatah itulah yang akan dimanfaatkan untuk mendanai proyek Volcano Park. ”Sebagian dari alokasi pemerintah pusat akan kami usulkan untuk bisa membangun itu (Volcano Park),” tambah Made Arya.

Seperti diketahui sebelumnya, WMVP sempat menjadi ”incaran” investor Perancis. Proyek tersebut mengambil tempat di Wringinanom karena tak jauh dari Gunung Bromo. Keseriusan pihak ketiga itu baru tersaji dalam bentuk beberapa dokumen. Salah satunya detail engineering design (DED) dan proposal ke Dinas Pariwisata dan Budaya Provinsi Jawa Timur (Jatim)

Berdasarkan dokumen itu, diketahui bahwa total lahan yang dibutuhkan sekitar 15 hektare. Bila terealisasi, Kabupaten Malang yang mewakili Indonesia bakal menjadi tempat kedua yang memiliki museum serupa setelah Perancis. Konsep yang diusung adalah wisata edukasi. Sebab, di dalamnya tersaji beberapa contoh sejarah letusan hebat dari beberapa gunung berapi. Salah satunya Gunung Bromo.

Bakal dimulainya pengembangan kawasan BTS juga direspons positif Ketua DPRD Provinsi Jatim, Abdul Halim Iskandar. Menurut dia, kabar itu bakal mempermudah niatan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim dalam melakukan peningkatan status Bandara Abdulrachman (Abd) Saleh yang telah ditargetkan sejak beberapa tahun lalu.

”Kami dengan Pemprov Jatim sudah bersepakat untuk itu (peningkatan status Bandara Abd Saleh), mulai tahun depan bakal dilakukan,” tegas dia.

Namun, dia belum bisa menjelaskan lebih detail tentang kebutuhan dana serta peng alokasiannya. Sebab, Pemprov Jatim akan membahas lebih lanjut dalam agenda Musyawarah Rencana Pembangunan Provinsi (Musrenbangprov) Jatim.

”Yang jelas, kalau dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jatim saja tidak cukup. Nanti pasti butuh support dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN),” tambah politikus PKB itu.  Nah, dukungan terbuka dari APBN terlihat setelah Kemenpar bakal mengembangkan kawasan BTS, 2018 mendatang.

Sehingga Malang menjadi destinasi wisata benar-benar memenuhi amenitas yang dibutuhkan sebuah wilayah pariwisata. Fasilitas transportasi yang memenuhi syarat untuk destinasi wisata. Kuliner yang memadai, serta fasilitas akomodasi menginap.

Peningkatan status Bandara Abd Saleh membutuhkan Rp 70 miliar. Dana ini sempat disampaikan Kementerian Perhubungan saat dipimpin Ignasius Jonan, awal 2015 lalu.

Kala itu, Jonan yang meresmikan terminal kedatangan di Bandara Abdulrachman Saleh menyatakan, pengembangan runway (landasan pacu pesawat) serta apron (tempat parkir pesawat) di Bandara Abd Saleh juga perlu dilakukan. Pengembangan runway dan apron itulah yang bakal dilakukan mulai tahun depan.

Menpar Arief Yahya berharap bangunan fisik Wisata Museum Volcano Park (WMVP) di Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo segera jadi. "Itu akan menambah lenkap destinasi prioritas Bromo Tengger Semeru," kata Menpar Arief. (lis)

Kemenpar 300 x 250
e-Permormance
LPSE
PPID
JDIHN