Sistem Seleksi Terbuka JPT akan Segera di Tinggalkan

Jumat, 19 Mei 2017 | 09:08
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Dengan diundangkannya Peraturan Pemerintah Nomor 11 tahun 2017 tentang Manajemen PNS untuk 5 - 10 tahun kedepan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) sedang menyiapkan sumber daya manusia (SDM) Aparatur untuk mendukung arah pembangunan nasional mencapai SDM emas di tahun 2045.

"Tahapan demi tahapan harus dilakukan secara berjenjang dan tujuan capaiannya. Pada tahap pertama, didalam pengelolaan SDM Aparatur di akhir 2018 kita ingin mewujudkan sistem merit tercapai.  Apa yang sekarang dilakukan dengan istilah open bidding atau seleksi terbuka akan segera kita tinggalkan ketika sistim merit sudah berjalan," kata Deputi SDM Aparatur Kementerian PANRB Setiawan Wangsaatmaja pada Rapat Koordinasi Manajemen Aparatur Sipil Negara dan Persiapan Penilaian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Teladan Nasional, di Surabaya, Kamis (18/5)..

Dijelaskan Setiawan, dalam sistem merid ini kata kuncinya sangat sederhana yaitu kualifikasi, kompetensi dan kinerja, dalam berbagai aspek mulai dari perencanaan sampai pemberhentian ASN. Jadi seseorang yang akan menduduki suatu jabatan, syaratnya memenuhi kualifikasi, kompetensi dan kinerja dan kita targetkan akhir 2019 sudah tercapai. 

Namun diakui Setiawan Wangsaatmaja sekarang ini masih terjadi benturan-benturan yang sangat kuat karena berbagai kepentingan, tapi kalau nanti sistem merit ini sudah berjalan, pengawasan sudah baik, sistim informasi sudah baik, tidak akan terjadi lagi.

Untuk membangun sistim ini, kita harus membangun aturannya, dan dalam pelaksanan harus tertib sehingga tidak ada lagi alasan alasan yang tidak semestinya, pergantian pejabat tanpa sebab.

Apabila sistim merit ini sudah berjalan dengan baik, maka hal ini bisa dipandang sebagai kapital bangsa ini, karena dinegara negara yang sudah majupun bahwa birokrasi dipandang sebagai modal untuk kemauan bangsanya.

Lebih lanjut Deputi SDM Aparatur Setiawan Wangsaatmaja menungkapkan bahwa strategi untuk menunjang sistim merit tersebut  saya sebut sebagai  enam poin penting yang harus kita cermati  dalam sistim meriet dlam manajemen PNS adalah pertama, tentang pengorganisasian perencanaan ASN didasarkan pada fungsi organisasi melalui analisis jabatan dan analisis beban kerja, audit kepegawaian penyesuaian arah kebijakan nasional.

Kedua; perekrutan berorientasi pada talenta terbaik Rekrutmen berbasis jabatan (diversifikasi tes) & sertifikasi, TKD & TKB sistem komputerasiasi, Orientasi & engagement utk setiap penugasan pada jabatan baru;

Ketiga; pengembangan kapasitas  dalam mengurangi kesenjangan kompetensi dengan cara pelatihan 20 JP/tahun setiap PNS, Training Need Analysis (TNA), Diklat, Coaching & Mentoring berbasis kinerja. Keempat, penilaian kinerja dan awardnes berkelanjutan dengan cara membentuk Tim Penilai Kinerja, Performance dialogue dan Merit & performance based incentives.

Kelima; promosi dan rotasi menuju PNS yang dinamis dengan cara Talent Mapping, Succession & Career Planning dan Rotasi nasional  sebagai perekat NKRI. open recruitment adalah salah satu cara sebelum mendapatkan calon terbaik di organisasi (talent management). Talent mapping perlu dibentuk melalui assessment center yang distrandarisasi oleh BKN. Kompetensi manajerial, teknikal dan sosio kultural. Sehingga setiap organisasi perlu membentuk assessor internal untuk mendapatkan talent terbaik.

Keenam; mengapresiasi secara layak  dengan perubahan sistim pensiun dan sistim konpensasi yang memadahi. Pemerintah saat ini akan mengubah sistem pensiun, yaitu PNS berkontribusi melalui iuran pasti sehingga tidak terlalu membebani anggaran negara.

Sementara itu Gubernur Jawa Timur dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Administrasi Umum Abdul Hamid  mengatakan bahwa penguatan sistem merit dalam manajemen ASN dilaksanakan melalui pengelolaan ASN sesuai dengan kompetensi dan kualifikasi ASN, untuk itu seluruh ASN didorong untuk kreatif, inovatif dan mencari terobosan baru untuk menghadapi era transformasi digital dalam manajemen ASN. Sehingga kita mampu mempersiapkan birokrasi yang mampu berkompetisi. Pemprov Jawa Timur mendorong pelaksanaan job fit untuk pengisian JPT di lingkungan Pemprov Jawa Timur.

Dalam acara yang dihadari kurang lebih 400 orang peserta terdiri dari para  Sekda dan Kepala BKD Provinsi, Kabupaten/ Kota, wilayah Maluku, Papua, Jawa Timur, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Bengkulu, bangka Belitung, dan Lampung. (rmn)

Editor : Ali Rahman
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%