75 Persen Rakyat Ingin Jadikan Demokrasi Pancasila sebagai Perekat

Jumat, 19 Mei 2017 | 16:55
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Ardian Sopa, Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA (kanan) pada konferensi pers di Graha Dua Rajawali, Jalan Oemuda Raya, Jakarta, Jumat (19/5).

INDOPOS.CO.ID - Mayoritas publik Indonesia, sebanyak 72,5 persen, tak nyaman dengan berlanjutnya polarisasi masyarakat pro dan kontra Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Polarisasi itu dinilai sudah melampaui persoalan pilkada dan potensial melonggarkan kebersamaan sebagai satu bangsa.

"Sebesar 75 persen rakyat menginginkan pemerintah beserta penentu kecenderungan masyarakat menegaskan kembali komitmen menjadikan demokrasi pancasila sebagai perekat. Namun demokrasi pancasila yang dimaksud bukan pola kenegaraan era Orde Baru dan bukan sistem sebelum amandemen UUD 45," kata Ardian Sopa, Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, pada konferensi pers di Graha Dua Rajawali, Jalan Pemuda Raya, Jakarta, Jumat (19/5).

Demikianlah salah satu temuan survei nasional LSI Denny JA. Survei nasional ini dibuat khusus untuk membaca situasi nasional pasca pilkada Jakarta. Responden sebanyak 1200 dipilih berdasarkan multi stage random sampling. Wawancara tatap muka dengan responden dilakukan serentak di 34 propinsi dari tanggal 5-10 mei 2017.

Survei ini dibiayai sendiri sebagai bagian layanan publik LSI Denny JA. Margin of error plus minus 2,9 persen. Survei dilengkapi dengan riset kualitatif seperti FGD, media analisis, dan depth interview narasumber. (rmn)

Editor : Ali Rahman
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%