Giliran Komnas HAM-MUI Kecam Victor

Jumat, 11 Agustus 2017 | 11:01
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Ketua Fraksi Partai Nasdem Victor Laiskodat

INDOPOS.CO.ID - Pidato Ketua Fraksi Partai Nasdem Victor Laiskodat  terus menuai kecaman. Tak hanya dari empat partai politik (parpol) yang dituduh mendukung ormas (organisasi massa) intolerans dan ekstremis, Komnas HAM dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun turut mengutarakan hal yang sama.

Menurut Komisioner Komnas HAM Maneger Nasution, pidato Victor saat di Nusa Tenggara Timur (NTT) itu dinilai provokatif dan mengandung usur SARA (Suku Agama Ras dan Antargolongan). "Tindakan provokasi Victor sebagai politisi Partai Nasdem itu, yang sudah tersebar di media sosial (medsos) menuai pro-kontra dan kegaduhan sosial. Tindakan Victor itu mengingkari Indonesia sebagai bangsa multikultur. Ia mengingkari sejarah bangsanya sendiri," katanya melalui keterangan tertulisnya, Minggu (6/8).

Sebagai wakil rakyat dan pejabat publik, lanjut Maneger, Victor gagal paham tentang hal paling elementer dari kewajiban konstitusionalnya. Adalah kewajiban konstitusional negara, khususnya pemerintah---dan Victor sebagai anggota DPR/pejabat negara---sejatinya menjadi duta empat pilar/konsensus bangsa yakni, Pancasila, UUD RI 1945, dan Bhineka Tunggal Ika. Bukan malah sebaliknya. "Pidato Victor itu nyata-nyata mengingkari kebhinekaan Indonesia. Ini sangat disayangkan," ungkapnya.

Menurut Maneger, Victor harus segera meminta maaf kepada publik secara ksatria, lantaran telah melukai nurani kemanusiaan, dengan kalimat provokatif yang dilontarkannya. Ada baiknya pimpinan partai terkait menegur secara keras dan mengevaluasi kinerja yang bersangkutan. "Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) sejatinya memproses dan meminta pertanggungjawaban yang bersangkutan," tukasnya.

Tak ketinggalan, Ketua Umum MUI KH Ma'ruf Amin meminta Victor  mengklarifikasi maksud isi pidatonya. Selain itu, pihak yang merasa dirugikan juga harus dimintai tanggapan. "Ya harus diklarifikasi Pak Victornya itu maksudnya apa? Kemudian tanggapan pihak-pihak yang merasa tidak senang, seperti apa? Menurut saya ya harus diklarifikasi saja," tandasnya di Jakarta, kemarin.

Ma'ruf berharap umat muslim tak terprovokasi terhadap isi pidato Victor tersebut. Selain itu, beberapa pihak tak usah membawa umat muslim dalam persoalan pidato Victor tersebut. Apalagi saat ini Indonesia dalam kondisi damai. "Jangan terprovokasi, ya betul. Umat jangan dibawa, kalau dibawa ke umat itu jadi masalah besar. Umat jangan dibawa, kalau mau diproses (hukum, Red), proses saja!" tandasnya.

”Sekarang ini kita lagi kondisi bagaimana membangun situasi yang lebih kondusif, bagaimana bangsa ini utuh. Jangan karena masalah-masalah satu dua orang mungkin umat dan bangsa ini dikorbankan," ucap Ma'ruf.

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menyatakan bahwa berkaca pada kasus Victor, maka semua elit parpol harus berbicara hati-hati dan tidak boleh 'melompat pagar' membicarakan agama lain. "Kalau bicara mengenai Islam, kalau tidak paham-paham betul, jangan!" tegasnya.

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga menyebutkan, pernyataan Victor yang berlebihan tanpa memahami agama Islam, bisa menimbulkan fitnah besar di mata publik. Ini yang semestinya dipikirkan sebelum berbicara. "Mau mengomentari soal Islam kalau tidak menguasai tidak mengerti, nanti bisa menimbulkan fitnah," tuturnya.

Kemudian, ia pun mengimbau kepada anggota dewan yang tak paham Islam agar hati-hati bicara. Sebab, hal ini sensitif jika salah mengucapkan. "Saya imbau teman-teman yang tidak paham betul, tidak usah (mengomentari, Red) seperti tidak paham Islam bicara soal Islam, nanti akan menimbulkan fitnah," tuturnya.

Perlu diketahui, Victor dalam salah satu bagian pidatonya di Kupang, NTT, beberapa waktu lalu menyatakan beberapa partai seperti Gerindra, PAN, PKS dan Partai Demokrat sebagai partai intoleran karena mendukung Perppu No 2/2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan. Bahkan Victor menyebut partai-partai tersebut sama dengan PKI. Dua partai yakni, Gerindra dan PAN sudah secara resmi melaporkan Victor ke Mabes Polri karena dinilai menyebarkan kebencian dan menodai agama tertentu. Victor diduga melanggar Pasal 28 ayat 2 UU ITE juncto Pasal 45 ayat 2 UU ITE. (dil) 

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%