KPK Benarkan Saksi Kunci e-KTP Johannes Marliem Meninggal di Amerika

Jumat, 11 Agustus 2017 | 20:19
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (JawaPos.com)

INDOPOS.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengkonfirmasi kabar meninggalnya salah satu saksi kunci dalam perkara dugaan korupsi terkait proyek pengadaan e-KTP, Johannes Marliem. Direktur PT Biomorf itu diketahui meninggal dunia di Amerika Serikat beberapa hari lalu. 

"Kami mendapatkan informasi bahwa benar yang bersangkitan Johannes Marliem sudah meninggal dunia," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah pada JawaPos.com saat dikonfirmasi di kantornya, Jumat (11/8). 

Meski demikian, Febri mengaku belum mengetahui penyebab meninggalnya salah satu pengusaha pelaksana proyek e-KTP Tahun 2011-2012 tersebut. Sebab, Johannes meninggal di Amerika Serikat. "Itu adalah otoritas penegak hukum setempat," ujar Febri. 

Febri pun menegaskan, dengan meninggalnya salah satu saksi yang disebut-sebut sebagai saksi penting itu tidak membuat KPK surut dalam mengusut perkara kasus korupsi e-KTP. Sebab, penyidik telah memiliki bukti yang kuat dalam menetapkan para tersangka. 

"Yang pasti KPK jalan terus baik penyidikan untuk tersangka SN (Setya Novanto) dan MN (Markus Nari)" tegas Febri. 

Johannes Marliem adalah Direktur Biomorf Lone LLC, Amerika Serikat, perusahaan yang menyediakan layanan teknologi biometrik dalam pengadaan e-KTP. 

Dalam sidang dua terdakwa e-KTP Irman dan Sugiharto, Staf Badan Pengkajian dan Penerapan Teknlogi (BBPT) Tri Sampurno mengaku pernah menerima uang sebesar USD 20 ribu dari Johannes Marliem. Tri mengatakan, PT Biomorf merupakan pemenang lelang proyek e-KTP. 

Tri merupakan tim teknis bentukan Kementerian Dalam Negeri dalam pengadaan e-KTP. Menurut dia, uang itu diterimanya dari staf Johannes saat hendak berangkat ke Amerika untuk kepentingan perjalanan dinas. Setibanya di Amerika, Tri pun mengaku bertemu dengan Johannes. 

Meski demikian, hingga Irman dan Sugiharto divonis bersalah oleh PN Tipikor Jakarta, Johannes tak kunjung dihadirkan sebagai saksi dalam sidang. Padahal, dia disebut-sebut sebagai saksi penting karena memiliki banyak rekaman terkait korupsi Rp 2,3 triliun itu. (put/JPC)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%