Najwa: Saya Memang Sering ke Istana

Sabtu, 12 Agustus 2017 | 10:13
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Najwa Shihab

INDOPOS.CO.ID – Nama-nama yang disebut-sebut bakal keluar dan masuk di kabinet kerja lewat reshuffle 16 Agustus 2017 mendatang, ramai-ramai menyatakan tidak tahu rencana reshuffle tersebut. Namun khususnya Najwa Shihab kepada INDOPOS mengakui bahwa dirinya dalam beberapa waktu belakangan ini memang sering ke istana.

"Itu sumber darimana? Ya Allah elu sesama wartawan gitu gak nelpon nelpon pula. Gue kaget banget," kata Najwa kepada INDOPOS yang menghubunginya lewat telepon kemarin. Najwa sendiri saat dihubungi sedang berada di Kupang. Ia mengaku kaget mendengar ada berita dirinya jadi Menteri Sosial (Mensos) di INDOPOS,  karena sejak pagi telepon selulernya terus berdering.

“Ya Allah, elu!” kata Najwa sambil tertawa lebar.

Ia membenarkan jika dalam beberapa minggu terakhir memang sering menjalin kontak dengan Istana Kepresidenan. Namun, semuanya dalam konteks Ia sebagai Duta Baca Indonesia dan itupun tidak langsung menjalin kontak dengan Presiden RI, Joko Widodo.

"Dengan beberapa orang di Istana saya memang menjalin silaturrahmi. Namun tidak dengan Pak Jokowi. Intinya saya sedang giat dalam kampanye literasi," jelasnya.

Sebelumnya, Nana bersama Presiden Jokowi mencanangkan pada setiap tanggal 17 menjadi hari kirim buku gratis se-Indonesia. Ia pun kembali menyatakan jika hubungan rutin yang dilakukan bulan ini memang menjadi salah satu bagian kampanye literasi yang ia suarakan. "Jadi, pada tanggal 17 nanti semua orang bisa mengirimkan bukunya secara gratis ke pelosok pedesaan lewat pos. Saya pun berharap nantinya Pak Jokowi bisa turun langsung untuk mendistribusikan," ujarnya.

Padahal awalnya Nana hanya meminta kepada Jokowi untuk menurunkan biaya pengirimannya saja. Justru, Jokowi membebaskan semua biayanya alias gratis. "Tantangannya saat ini memang semua orang mau membaca namun, mereka masih terkendala dengan referensi buku yang terbatas," tambahnya.

Di akhir percakapan dengan Indopos, Najwa Shihab pun kembali menegaskan jika hubungannya dengan istana saat ini hanya dua. pertama sebagai wartawan dan yang kedua sebagai Duta Baca Indonesia yang gencar menyuarakan literasi.

"Jadi, mengenai isu (masuk kabinet) yang ada, saya hanya ingin fokus dengan apa yang saya kerjakan dulu. Nggak usah bicara soal menteri dah. Ngapain saya komentari gosip," kata Nana, panggilan Najwa.

Secara terpisah, Mensos Khofifah Indar Parawansa tidak banyak berkomentar terkait isu reshuffle yang menerpa dirinya. Menurut Khofifah, reshuffle kabinet adalah hak prerogratif Presiden. " Saya no comment, itu hak prerogratif Presiden," ujar Khofifah Indar Parawansa dikutip dalam pesan singkat Whatsapp.

Ia disebut-sebut mengundurkan diri dari kabinet karena akan bertarung di pemilihan gubernur (pilgub) Jawa Timur. Untuk itulah kemudian nama Najwa Shihab disiapkan sebagai pengganti.

Sementara Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengaku tidak tahu soal rencana penggantian dirinya. Tak seperti biasanya, kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tampak menghindari wartawan.  Usai menghadiri rapat koordinasi penguatan fungsi agama dalam pembangunan nasional kemarin, Lukman Hakim hanya menyampaikan satu kalimat," Saya tidak tahu," ujar Lukman Hakim sembari meninggalkan para awak media. Padahal biasanya ia paling gampang memberi penjelasan kepada wartawan.

Lukman Hakim dikabarkan akan digantikan oleh seorang tokoh parpol yang juga ketua sejumlah organisasi Islam. Aktivis Islam asal barat Indonesia tersebut selama ini dikenal vokal, terlebih ketika masih duduk di kursi DPR RI.

“Ia ditunjuk sebagai menteri agama, antara lain untuk mengatasi tudingan Presiden Jokowi anti Islam. Ini karena calon Menag ini memiliki jaringan yang kuat di kalangan Islam. Tokoh pemuda yang kritis, bisa diterima berbagai kalangan, bahkan di kalangan non muslim,” kata sumber INDOPOS yang merupakan kalangan istana.

Beberapa waktu belakangan ini, calon Menag tersebut sering dipanggil Jokowi ke Istana, hanya untuk sekedar ngobrol. Sejumlah Menteri mengaku kaget melihat prilaku Jokowi yang bisa tertawa lepas dan bicara dengan posisi sangat dekat dengan calon Menag tersebut.

“Pak Presiden tampak senang sekali dengan calon Menag ini. Ia selalu dipanggil ke istana sekedar ngobrol. Tampaknya tidak bergeser, dia akan jadi Menag,” kata sumber INDOPOS.

Bagaimana ciri tokoh calon Menag dimaksud? “Secara tampilan keseharian, dia punya ciri khas sebagai ulama, dengan kopiah dan sorban di kepala. Anda pasti bisa tebak,” kata sumber itu lagi sambil tersenyum.

Lain lagi dengan Idrus Marham. Sekjen Partai Golkar ini langsung membantah kabar itu saat diwawancarai INDOPOS kemarin. "Saya enggak pernah komunikasi masalah itu," kata Idrus di Kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (11/8).

Idrus pun membungkus kalimatnya dengan indah,”Ketimbang mengurusi soal saya jadi menteri atau tidak, saya lebih memilih untuk memimpin Golkar memenangkan Joko Widodo sebagai calon presiden di periode berikutnya. Jokowi akan terpilih spektakuler.”

Idrus menambahkan, terkait reshuffle, sejak awal partai yang dipimpin Setya Novanto itu mendukung pemerintahan Jokowi tanpa syarat. Sehingga urusan reshuffle, menjadi hak prerogatif Presiden Jokowi. Golkar hanya memberi catatan bila memang ada reshuffle harus bisa memberikan jaminan adanya peningkatan kinerja sehingga rakyat bisa merasakan dampak perubahan tersebut.

"Soal reshuffle sejak awal Golkar beri dukungan ke Jokowi, tanpa syarat. Enggak ada bargaining kekuasaan. Oleh karena itu kita serahkan ke Pak Jokowi untuk gunakan hak prerogatif," tukasnya.

Kendati demikian, tambah Idrus, jika memang ada reshuffle, diharapkan menteri-menteri yang diganti harus berkualitas. Dengan demikian, ada perbaikan kinerja yang dihasilkan lebih maksimal untuk masyarakat.

" Reshuffle harus jamin peningkatan kinerja, produktivitas kinerja, sehingga rakyat rasakan reshuffle ini menguntungkan bagi rakyat," tutupnya. (aen/bir/nas)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%