Mahasiswa Desak Listrik dan Energi Murah, BUMN Energi Perlu Sinergi

Sabtu, 12 Agustus 2017 | 10:31
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
BERSATU: Massa mahasiswa dari BEM Indonesia long march menuju Istana Merdeka, Jakarta. Mereka mendesak pengembalian subsidi listrik 900 VA dan BBM, serta jaminan keterjangkauan harga kebutuhan pokok bagi rakyat.

INDOPOS.CO.ID - Ketika mahasiswa angkat bicara maka berubahlah dunia. Kali ini sikap kritis mahasiswa terkait ketenagalistrikan tercurah dalam Seminar National Energy Summit (NES) 2017 di Hotel Borobudur, Jakarta, beberapa hari lalu.   

Kegiatan tersebut digagas oleh BEM UI dan BEM FTUI bekerja sama dengan SP PLN serta didukung oleh Iluni FTUI. Hasil dari seminar ini akan menjadi gerakan bersama seluruh komponen pemangku kepentingan di dalam negeri untuk menghadirkan energi dan listrik murah untuk rakyat.

Jalannya Seminar NES 2017 dimoderatori oleh Ketua BEM UI Muhammad Syaeful Mujab dan Ketua BEM FTUI Hardiansyah. Seminar ini menghadirkan pembicara-pembicara yang berkompeten di bidangnya. Misalnya Edwin Hidayat Abdullah Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik dan Kawasan yang dalam paparannya sangat konsen untuk menghadirkan energi murah dan listrik murah. Ia mengatakan bahwa kerja sama bidang terkait yang sangat diperlukan, misalnya dengan kementerian teknis ESDM serta sinergi antara BUMN energi seperti Pertamina, PGN dan PLN.

Terkait dengan reserve margin pembangkit listrik, beliau berpendapat bahwa untuk Indonesia sebaiknya reserve margin sekitar 30 persen. "Reserve margin tidak boleh terlalu berlebih demikian juga tidak boleh terlalu kecil karena sangat berisiko terhadap biaya dan keandalan. Kita harus mencari reserve margin yang tepat,” katanya.

"Jangan seperti Singapura yang reserve marginnya sampai 100 persen yang mengakibatkan tarif listrik lebih mahal padahal biaya energi primer yang diterima mereka lebih murah,” tegasnya. Pada pembicara sebelumnya dari akademisi UI, Prof. Iwa Garniwa mengatakan keberadaan listrik swasta membuat pola operasi sistem kelistrikan tidak efisien. Iwa  sepakat keberadaan pembangkit listrik swasta harus dibatasi.

"Saya orang yang menolak pembangunan pembangkit listrik swasta yang lebih besar dari yang dibangun oleh PLN,” katanya. Kalau alasan PLN tidak punya pendanaan untuk membangun, itu adalah alasan yang tidak tepat. ”Seharusnya setelah revaluasi aset maka PLN punya kemampuan untuk mendapatkan pendanaan tiga kali lebih besar dari equity nya," lanjutnya.

Demikian juga dengan pembicara dari Dewan Energi Nasional (DEN) Prof. Tumiran memaparkan Kebijakan Energi Nasional yang mendorong energi baru dan terbarukan dalam komposisi energi nasional. "Memang pada awalnya EBT itu lebih mahal dari energi fosil karena biaya investasi awalnya yang sangat besar seperti PLTA yang harus membangun bendungan atau PLTP yang harus melakukan pengeboran mencari sumber uap, namun untuk jangka panjang sangat kompetitif,” katanya.

Pada sesi kedua Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS) DR Marwan Batubara mengkritisi kerja sama BUMN di sektor energi juga menyoroti perlunya sesama BUMN energi untuk bersinergi. "Pemerintah harus hadir di situ agar sesama BUMN tidak saling menang-menangan. Karena yang akan rugi juga Negara,”  ungkapnya. Karena BUMN adalah milik negara, milik rakyat.

Terkait dengan PLN akan membangun LNG Regasification Unit di Sumut juga FSRU di Jawa Barat, Marwan menentang rencana itu karena jelas pipa gas yang dibangun oleh Pertamina Arun-Belawan akan tidak optimal operasinya, demikian juga di Jawa Barat.

"Seharusnya Pemerintah mengambil alih permasalahan itu untuk bisa menurunkan harga gas Arun-Belawan, sehingga PLN tidak perlu membangun instalasi gas baru," ulasnya. Marwan juga mendorong seluruh komponen dalam negeri khususnya mahasiswa untuk selalu mendorong pemerintah mewujudkan janji Jokowi-JK sebelum pemilu untuk mewujudkan energi murah untuk rakyat.

"Ini harus jadi gerakan bersama seluruh komponen yang ada, saya berharap khususnya kepada mahasiswa Indonesia dari UI, ITB, Undip dan lain-lain, terus menyuarakan dan mengawalnya agar energi murah yang dijanjikan itu dapat terealisasi untuk kesejahteraan rakyat," tegasnya.(dni)

 

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%