Johannes Penyumbang Barack Obama?

Sabtu, 12 Agustus 2017 | 12:30
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Johannes Marliem

INDOPOS.CO.ID - NAMA Johannes Marliem tiba-tiba ramai dibicarakan di jagat media saat namanya disebut-sebut dalam perkara megakorupsi pengadaan e-KTP. Bahkan jaksa menyebut nama Johannes 25 kali dalam surat tuntutan terhadap tersangka Irman dan Sugiharto. Siapa sebenarnya Johannes?

Dalam penelusuran INDOPOS, Johannes adalah Direktur Biomorf Lone LLC, Amerika Serikat, perusahaan penyedia layanan teknologi biometric. Ia disebut-sebut sebagai penyedia produk automated finger print identification system (AFIS) merek L-1 untuk megaproyek e-KTP. Dalam profilnya di situs www.linkedin.com ia pernah mengenyam pendidikan University of Minnesota-Twin City.

Johannes juga disebut sebagai saksi kunci, karena memiliki rekaman semua perbincangan mengenai proyek e-KTP.  Rekaman pertemuan selama empat tahun dengan total 500 gigabita itu kemudian menjadi bukti kuat menelisik korupsi yang merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun tersebut.

"Seperti wartawan kan, selalu merekam juga. Hanya sebagai catatan dan referensi. Soalnya, daya ingat saya lemah," kata Johhanes kepada media beberapa waktu lalu.

Ia disebut-sebut meninggalkan Indonesia begitu proyek ini ditengarai ada masalah dan berujung pada terbongkarnya kasus korupsi e-KTP oleh KPK. Sejak itu, ia tinggal di Singapura dan Amerika Serikat. Namun, di beberapa media ia membantahnya, lantaran ia sudah tinggal di Amerika jauh sebelum turut serta dalam proyek itu.

Keterbilatan Johannes dengan proyek e-KTP dituangkan dalam berkas tuntutan jaksa. Pihak korps adhyaksa menerangkan, medio Mei hingga Juni 2010, Marliem menjadi salah seorang peserta ketika Andi Agustinus alias Andi Narogong mengumpulkan petinggi perusahaan anggota konsorsium dan perusahaan vendor di Ruko Fatmawati, Jakarta Selatan.

Kemudian, pada akhir 2010, Marliem bertemu dengan Andi Narogong dan Irman, yang mengarahkan agar proyek e-KTP dimenangi konsorsium Percetakan Negara RI. Peran Marliem sendiri dalam proyek ini, yakni menangani urusan teknologi.

Setelah diketahui keterlibatannya di proyek e-KTP, Johannes sempat dua kali diperiksa petugas KPK di Singapura pada Februari 2017 lalu. Selanjutnya ia kembali didatangi pada Juli 2017. Diduga pemeriksaan tersebut berkaitan dengan bukti yang ia pegang berupa rekaman pembicaraan.  Pada bulan itu juga ia menyatakan terang-terangan memegang bukti kunci e-KTP.

Bagaimana kehidupan pribadi Johannes? Dari penelusuran INDOPOS, sebagai penggemar fotografi,  Johannes tidak cukup aktif di Istagram. Hanya ada dua foto di sana. Foto anak perempuannya yang diunggah tahun lalu serta foto saat dirinya sedang berlayar.

Tetapi di Twitter Johannes cukup aktif, walau ada keanehan dengan tweet-nya. Tweet terakhir Johannes tercatat dibagikan semalam. Setelah dirinya dikabarkan tewas. Tweet Johannes didominasi artikel-artikel yang dianggap menarik oleh Johannes. Tidak lupa dia sisipkan sedikit komentar.

Dia tidak pernah terlihat mengumbar kehidupan yang terlalu pribadi maupun profesinya. Dari unggahan-unggahannya di medsos, terlihat bahwa Johannes punya banyak ketertarikan mulai dari fotografi, makanan, alam liar, teknologi hingga ilmu pengetahuan.

Foto profil dan cover di akun Twitter-nya menggambarkan kegemarannya. Johannes memilih foto dirinya yang sedang menggendong orangutan berambut merah sebagai foto profilnya. Sedangkan untuk foto cover, Johannes lebih memilih menggunakan foto makanan. Satel lilit, lawar sampai sambal kecap. Johannes juga sering sekali membagikan artikel yang berkaitan dengan kegemaran-kegemarannya itu.

Usut punya usut, Johannes menggunakan fitur auto-Tweet. Dengan fitur itu, akun Twitter Johannes akan secara rutin nge-Tweet. Di antaranya tweet-tweet auto-Tweet itu, Johannes terlihat mengunggah sebuah screenshoot percakapannya lewat pesan singkat dengan Pemimpin Redaksi Koran Tempo Budi Setyarso. ”To keep everybody honest @BudiSetyarso,” tulis Johannes.

Semalam, akun Twitter Johannes  ternyata masih aktif. Blog pribadi miliknya www.johannesmarliem.com juga tidak pernah sepi dari unggahan. Blog itu dijadikannya sebagai media untuk menyampaikan pendapat tentang berbagai isu. Utamanya tetap teknologi dan lingkungan hidup. Johannes tercatat terakhir kali mengunggah artikel pada Senin (8/8) lalu.

Dia menulis artikel pendek tentang perkembangan teknologi robot di Korea Selatan (Korsel). Artikel-artikel yang ditulis Johannes terbilang pendek, antara 3-5 paragraf saja. Dia juga melengkapi artikelnya itu dengan foto.

Di kanal About Me, Johannes mendeskripsikan dirinya sebagai penggemar fotografi, terutama foto-foto tentang Minnesota, Indonesia  dan foto-foto lainnya. Johannes menilai bahwa betapa hebatnya para fotografer yang bisa mengabadikan keindahan dari sebuah tempat untuk bisa dinikmati oleh banyak orang.

”Saya juga menyukai makanan dan memasak baik menggunakan sambal pedas untuk membuat makanan atau makan di luar. Saya begitu antusias dengan makanan, baik tardisional maupun yang gaya baru,” tulisnya.

Dia juga mengungkapkan passion-nya pada hewan yang terancam punah, terutama orangutan. Menurutnya, sebagai pelayan bumi, manusia harus bersama-sama menghentikan siapa saja yang memburu dan memenjarakan hewan untuk dimakan atau dijinakkan.

Johannes lahir dan dibesarkan di Indonesia. setelah memiliki pengalaman kerja di perusahaan keluarga, dia memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di University of Minnesota di AS. Setelah lulus, dia mulai bekerja di sebuah perusahaan besar di  Minneapolis, Minnesota. Di awal era smarthphone, jiwa wirausaha Johannes muncul. Dia lalu mengembangkan sistem kupon berbasis ponsel. Ini jadi perusahaan start-up pertamanya.

Johannes Sempat Bantu Obama

Nama Johannes sebelumnya sempat mengguncang Amerika Serikat saat dirinya menjadi donatur inaugurasi ke-dua Obama. Dari berbagai sumber yang dihimpun INDOPOS menyebutkan, Johannes menyumbang dana sebesar USD255 ribu pada 2013 lalu. Sumbangannya bernilai dua kali lipat uang yang diberikan Alida Messinger, mantan istri Gubernur Minnesota, Mark Dayton, pada Partai Demokrat. Ia tercatat dua kali memberikan sumbangan kepada Komite Inaugurasi, yakni USD 100 ribu dan USD 125 ribu. Publik Amerika kaget lantaran namanya tak pernah dikenal sebelumnya.

Bahkan dalam pemilihan presiden Amerika Serikat pada 2012 ia berkontribusi dana USD 2.500 untuk tim kampanye Obama. Juga mengumpul sumbangan USD 70 ribu untuk kampanye Obama.

Sebelum terlibat korupsi e-KTP, ternyata Johannes pernah tersandung kasus penipuan di Amerika. Catatan pengadilan Hennepin County pada 2009 menyebutkan, jaksa penuntut umum mendakwa Johannes atas penipuan cek kosong senilai US$10 ribu.

Johannes menulis cek senilai US$10 ribu dari Bank TCF untuk disimpan di rekening bank Wells Fargo. Asisten Jaksa Penuntut Umum Hannepin Tom Arneson mengatakan, Johannes ingin menunjukkan seolah-olah dia memiliki sejumlah besar uang di kedua rekening tersebut. Johannes menyatakan diri bersalah pada 2010 dan membayar denda, guna menghindari deportasi.  (fch/and/jpnn)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%