Komisi Yudisial akan Pantau Terus Kasus Setnov

Sabtu, 12 Agustus 2017 | 23:49
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Ketua Komisi Yudisial Aidul Fitriciada Azhari

INDOPOS.CO.ID - Kasus mega proyek korupsi e-KTP yang melibatkan Ketua DPR RI Setya Novanto (Setnov) akan mendapat pantauan serius dari Komisi Yudisial Republik Indonesia. Setnov sendiri yang telah menjadi tersangka acapkali namanya hilang dalam persidangan korupsi itu.

Ketua Komisi Yudisial Aidul Fitriciada Azhari menegaskan pihaknya akan terus memantau proses hukum yang mendera Ketua Umum Golkar itu. "Kita tidak akan masuk pada putusannya, itu kan kewenangan dari hakim," ucap Aidul di Gedung Komisi Yudisial, Jakarta Pusat, Sabtu (12/8).

Menurut Aidul kasus Setnov ini menjadi salah satu kasus yang menyita perhatian publik. Karenanya KY akan memantau terus kasusnya. Dan dia telah menerjunkan stafnya untuk mengawalnya. "Jadi memang dari awal kita sudah tugaskan staff KY untuk terus memantau perkembangannya," kata mantan dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta ini.

Kalau perlu, tambah Aidul, kita akan memeriksanya. Tentu dalam mekanismenya ada proses yang harus dilewati karena harus ada pemeriksaan saksi pemeriksaan bukti yang mungkin kalau dibutuhkan yang bersangkutan bisa kita periksa.

Adapun terkait waktu pemeriksaannya, Aidul belum bisa memastikannya. "Kalau terkait kapan, kita ada prosedurnya ya, ada waktu yang dibutuhkan. Secara umum nantilah. Tergantung juga, ada juga waktu yang cepat sekali ya, misalnya ada yang hanya dalam satu dua minggu bisa kita selesaikan," paparnya.

Dia lalu menjelaskan tahapan pemeriksaan tersebut dimulai dari pemeriksaan saksi, bukti termasuk juga KY akan menganalisis putusan, kemudian saksi-saksi "Kalau misalnya ada perkembangan kita bisa memeriksa hakim yang bersangkutan apakah ada pelanggaran kode etik atau tidak," tegasnya yang juga seorang peneliti Institute of Democrazy Indonesia.

Selanjutnya dalam wewenangnya, KY tidak bisa menilai janggal atau tidak soal putusan. "Tapi bahwa memang dipublik ada pertanyaan soal hal tersebut kita akan catat sebagai pintu masuk untuk melakukan pemeriksaan," terang Aidul.

Sedangkan sekarang ini proses untuk memantau kasus Setnov sudah dimulai. Terkait bagaimana prosesnya, Aidul tidak bisa berbicara prosesnya karena ada hal-hal yang harus ditutupi dan dirahasiakan. "Ujungnya putusan kita berupa rekomendasi kepada MA tentu kita akan lihat MA," tandasnya.

Pada intinya KY sebagai lembaga yang merepresentasikan kepentingan publik tetap memperhatikan aspirasi publik. Jadi ketika publik melihat ada dugaan pelanggatan KY akan melakukan pemeriksaan tehadap dugaan tersebut. "Kita melakukan pemantauan secara terbuka itu hadir ke persidangan, hakim juga tahu. Kalau tertutup, kita melakukan berbagai macam cara kepada hakim baik didalam persidangan maupun diluar," pungkasnya. (jaa)

Editor : Ali Rahman
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%