Tolak Full Day School, Ribuan Nahdliyin Turun ke Jalan

Minggu, 13 Agustus 2017 | 11:03
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
NU Banyumas Gelar Aksi Damai Tolak Full Day School

INDOPOS.CO.ID - Aksi penolakan program full day school (FDS) atau sekolah lima hari terus berlanjut. Kini, Nahdliyin di Kabupaten Brebes berencana turun ke jalan, Senin besok (21/8). Aksi ini diperkirakan akan diikuti ribuan orang dari berbagai elemen NU yang ada di kota bawang.

Sebelumnya, ancaman tersebut sudah disampaikan oleh PCNU Brebes maupun Fraksi PKB di DPRD setempat. "Semua elemen NU akan ikut aksi, diperkirakan ada enam ribuan orang lebih yang akan turun ke jalan," ungkap Ketua PC Ansor Brebes Ahmad Munsip, kemarin.

Sejumlah elemen yang akan menggelar aksi tersebut diantaranya, PCNU, LP Maarif, Ansor, Banser, Garda Bangsa dan badan otonom lainnya. Massa akan diperkuat dari kalangan mahasiswa, yakni PMII beserta alumninya hingga santri dari berbagai pondok pesantren serta pengurus Madin se Kabupaten Brebes.

"Untuk Ansor sendiri sudah positif, setiap kecamatan minimal akan mengirim 100 anggota," jelas Munsip kepada Radar Brebes (INDOPOS Group).

Sementara itu, Ketua Ikatan Alumni Pegerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Brebes, Nasirul Umam membenarkan rencana aksi tersebut. Pihaknya sudah bertemua dengan mahasiswa maupun pengurus sejumlah banom NU terkait aksi tolak FDS ini.

Menurutnya, aksi tersebut akan menuntut Pemerintah untuk membatalkan Permendikbud tentang sekolah lima hari yang dinilai merugikan warga Nahdliyin. Di samping itu, juga mendesak bupati Brebes agar menyamapaikan sikap tegas kebijakan FDS kepada Presiden maupun Mendikbud.

"Bupati kita tuntut untuk menyampaikan penolakan FDS dengan menyurati presiden. Ada banyak pertimbangan kenapa FDS harus ditolak," tegasnya.

Permendikbud No. 23 Tahun 2017 tentang kebijakan sekolah yang masuk lima hari tersebut, diyakini akan menimbulkan keresahan masyarakat. Pasalnya, peraturan tersebut belum sepenuhnya bisa diterima oleh warga Brebes. Penerapan FDS akan merugikan madrasah yang ada di Brebes.

"Secara perlahan ini akan menghasilkan generasi yang tidak mengerti pendidikan Islam ala madrasah diniyah yang berbeda dengan pendidikan agama di sekolah umum," jelasnya.

Dari faktor siswa juga hanya menjadi objek tanpa melihat sisi kemanusiaannya. Tenaga dan pikiran mereka cenderung tertekan tanpa melihat kemampuan waktunya. "ini tidak akan menghsilkan sesuatu yang baik," tegas dia lagi. (JPG)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%