Tenda Haji di Mina Jadi Catatan Menag

Senin, 11 September 2017 | 18:11
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Hasil evaluasi sementara di lapangan, ibadah haji tahun ini relatif lancar dan nyaris tanpa kendala berarti. Meskipun demikian, sejumlah catatan tetap diberikan pemerintah Indonesia, khususnya untuk muassasah. Sabtu malam (9/9) waktu Arab Saudi (WAS), Menag Lukman Hakim Saifuddin menggelar pertemuan dengan jajaran Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dari seluruh daerah kerja (daker). Pertemuan digelar di Kantor Urusan Haji Indonesia (KUHI) di Jeddah.

Menag menuturkan, prosesi Haji relatif tertib, dan tidak ada hal yang secara prinsip bisa mengganggu atau menyulitkan jalannya ibadah. ’’Jadi secara keseluruhan, sebagaimana disampaikan pemerintah Saudi, Haji tahun ini berlangsung lancar,’’ terangnya.

Meskipun demikian, tetap ada sejumlah catatan. Yang paling utama adalah kurangnya tenda di Mina untuk mengantisipasi pertambahan jamaah haji Indonesia sebanyak 52 ribu orang. Terkait hal itu, Menag berencana protes kepada Muassasah dan Maktab. Namun, hingga kemarin Jawa Pos belum mendapat konfirmasi apakah protes jadi dilaksanakan. Persoalan lainnya adalah kurangnya jumlah toilet. Selain itu, Menag juga meminta agar ada lobi kepada pemerintah Saudi. Harapannya, ada peningkatan fasilitas bagi para jamaah yang menginap di Mina. Sehingga, layanan kepada jamaah bisa lebih baik dan berdampak pada kekhusyukan ibadah.

’’Saya berharap pak dubes bisa meyakinkan Saudi agar Mina bisa menjadi contoh dunia, bahwa umat Islam bisa melaksanakan ibadah dengan baik,’’ lanjut putra mantan Menag Saifuddin Zuhri itu. Haji bisa menjadi contoh dunia bahwa jamaah dengan jumlah yang sangat besar sekalipun, bisa beribadah bersama-sama dengan lancar.

Alternatif lainnya adalah memanfaatkan penginapan di sekitar Jamarat. Ke depan, tutur Menag, setidaknya harus ada dua atau tiga kloter yang diinapkan di hotel sekitar jamarat. ’’Dengan demikian, mereka bisa kembali ke hotel dan tenda bisa ditempati kloter lain,’’ tuturnya. semua alternatif itu akan diupayakan untuk haji 2018 dan seterusnya. (byu)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%