Pembangunan Bendung di Papua Dukung Ketahanan Pangan

Senin, 11 September 2017 | 21:02
Share this post :

INDOPOS.CO.ID – Sebagai provinsi yang memiliki curah hujan tertinggi di Indonesia, pengelolaan sumber daya air di Papua dan Papua Barat diarahkan mendukung daerah pertanian. Untuk itu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat ini terus melakukan pembangunan dan rehabilitasi bendung dan jaringan irigasi di kedua provinsi tersebut untuk mendukung ketahanan pangan di Pulau Papua.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa sektor pangan, air dan energi akan menjadi panglima pembangunan nasional ke depan, sekaligus ujung tombak persaingan antar negara. "Papua ini potensi airnya paling besar dari seluruh wilayah Indonesia karena curah hujannya paling tinggi. Kami prioritaskan pengelolaan SDA di Papua untuk pembangunan jaringan irigasi kecil mendukung pertanian.,” ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono beberapa waktu lalu.

Untuk memasok kebutuhan air irigasi, Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua membangun Bendung Wanggar dan Nuhoa di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua. Bendung Wanggar yang dibangun untuk dapat mengairi lahan pertanian seluas 3.200 hektar dengan debit sebesar 2.582 m3/detik. Total kebutuhan anggaran untuk pembangunan bendung ini diperkirakan mencapai Rp 435 miliar.

Sementara Bendung Nuhoa dapat mengairi lahan pertanian seluas 2.000 hektar. Bendung Nuhoa mulai dibangun sejak 2012 dan ditargetkan selesai pada akhir 2017 dengan dana mencapai Rp 21,3 miliar.

Kementerian PUPR juga telah berhasil membangun Bendung Yahukimo di Kabupaten Yahukimo yang dibangun sejak 2012 hingga 2016 dan mampu melayani 3.200 hektar lahan pertanian. Untuk pembangunan Bendung Yahukimo dana yang dianggarkan sebesar Rp 109,8 miliar.

Untuk Wilayah Nabire, saat ini pihaknya tengah menyelesaikan saluran intake kiri pada Bendung Kalibumi dengan dana sebesar Rp 138,3 miliar. Luas daerah irigasi (DI) Bendung Kalibumi mencapai 6.400 hektar yang terdiri dari 4.400 hektar pada DI. Kalibumi Kanan dan 2.000 hektar DI. Kalibumi Kiri.

Selanjutnya di wilayah Distrik Yapsi Kabupaten Jayapura juga telah dibangun DI. Lereh yang memanfaatkan sumber air dari Sungai Nawa melalui Bendung Lereh II dengan sistem gravitasi untuk mengairi areal pertanian seluas 2.119,36 hektar. (vit)