Najwa Shihab: Buku Ampuh Tangkal Hoax

Senin, 11 September 2017 | 21:24
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
CALON MENTERI?: Duta Baca Indonesia Najwa Shihab menerima IKAPI Award.

INDOPOS.CO.ID - DUTA Baca Indonesia dan Duta Pustaka Bergerak, Najwa Shihab mengkritisi penyebaran hoaks dan berita dusta. Mantan presenter dan jurnalis perempuan itu, mengungkap posisi strategis membaca buku. Nana sapaan keren Najwa Shihab melontarkan kritiknya dengan sebuah tanya, ”Di era digital masih perlukah kita membaca buku?".

Nana menyebut pada era digital, media sosial (Medsos) tidak sekadar menyebar berita dibuat para penulis dan jurnalis. Lebih dari itu, medsos dapat memproduksi konten sendiri. Itu kemudian banjir bandang hoax dan berita bohong meledak pada era digital. ”Saya  tidak bilang dulu tanpa hoaks,” ucap Nana.

Karena itu, rezim tidak bisa mengendalikan informasi. Hanya negara bersistem tertutup macam Korea Utara (Korut) mampu memonopoli informasi. Nah, masyarakat sejatinya patut berbangga karena dimanja demokrasi informasi. Menjadi menjadi anugerah terbesar dunia digital. Tapi sayang, demokrasi informasi itu dipenuhi informasi instan, tidak utuh dan tergesa-gesa. "Berlomba untuk menjadi yang tercepat. Jurnalis ikut hanyut dalam lomba cepat-cepatan,” ingatnya.

Efeknya bilang Nana, informasi hadir secara terfragmen. Tidak mudah mendapat laporan lengkap dan mendalam sesuai konteks kejadian. Kalau ada konfirmasi, disajikan secara terpisah. Membaca tidak cukup untuk membendung banjir bandang hoaks. Namun, Nana percaya membaca akan melatih cara berpikir secara holistik. ”Seorang pembaca tidak sembarang mengambil kesimpulan dan tidak mudah menghakimi,” ungkapnya.

Aktivitas membaca merupakan interaksi antara teks, pembaca dan semesta informasi. Tidak sekadar aktivitas visual, dengan teks tersirat (invisible text), semisal pengetahuan, pengalaman hidup, dan buku lain yang pernah dibaca. ”Membaca buku merupakan proses panjang dan bertransformasi menjadi pembuat makna,” tegas penyabet IKAPI Award kategori Literacy Promotor itu. (far)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%