ORI Ingatkan Proses Izin Meikarta

Selasa, 12 September 2017 | 11:54
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share

INDOPOS.CO.ID - Adanya kesempatan yang tertunda untuk mediasi dengan semua pihak yang terlibat dengan pembangunan mega hunian Meikarta di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada Selasa (22/8) lalu, Ombudsman Republik Indonesia (ORI) kembali menjadwalkan pertemuan di Kantor Ombudsman, Jakarta Selatan pada Jumat (8/9) sekitar pukul 14.00 WIB.

Komisioner ORI Alamsyah Saragi menjelaskan, bahwa pada awalnya Ombudsman memang telah mengundang pihak Meikarta pada pertemuan pada Selasa (22/8) lalu, namun pihak meikarta meminta waktu untuk diundur tiga minggu kemudian yang jatuh pada Jumat (8/9). ”Karena memang tidak adil lah kalau pemerintah yang sudah kami dengar di depan publik, sementara meikarta sendiri tidak mendapatkan kesempatan,” tegasnya.

Dirinya menjelaskan, bahwa Ombudsman hanya mengingatkan jangan sampai terjadi pelanggaran aturan saja. Seperti yang tertera di undang-undang No 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun yang telah jelas disebutkan bahwa batas-batasnya harus memperoleh izin terlebih dahulu, terutama Izin Mendirikan Bangunan (IMB). 

”Kemudian baru boleh melakukan proses jual beli. Dan kami ingin mengingatkan saja jangan sampai nantinya terjadi jual beli dan bayar dimuka tetapi izinnya belum keluar, itu juga ada sanksinya,” ungkapnya.
 
Kemudian yang kedua, lanjutnya, Ombudsman juga mempertanyakan terkait perizinan yang sangat lambat. Pihak Meikarta mengatakan bahwa mereka telah mengajukan izin semenjak Bulan Mei, namun terdapat beberapa proses yang tertunda karena pemprov Jabar mengingatkan bahwa harus ada rekomendasi. 

“Dan tentunya nanti kami akan mengecek bahwa apakah telah sesuai dengan ketentuan ataukah kemudian memang banyak yang tertunda. Kalau itu kan nantinya yang akan kami lihat adalah di pemerintah Provinsi Jawa Barat, termasuk Pemda Bekasi apakah mereka ada kendala,” tuturnya. 

Alamsyah menegaskan, terkait mengapa Ombudsman mengundang semua pihak termasuk Meikarta, adalah untuk menjelaskan ke publik terkait permasalahan yang sedang terjadi. Kemudian yang kedua adalah untuk mewarning agar tidak terjadi hal-hal yang dikemudian hari malah merugikan banyak pihak, baik konsumen, pengembang sendiri, maupun institusi yang berhubungan dengan proses pembangunan tersebut. ”Jadi target kami memang sampai pencegahan dulu, bukan dalam rangka pemeriksaan,” terang Alamsyah. 

Alamsyah juga menambahkan, bahwa tentunya Ombudsman tidak mengawasi Meikarta, namun lebih kepada mengawasi pemerintahnya. ”Sejauh ini kami masih belum ada menemukan maladministrasi. Kami masih mengecek dimana kendala dan lain sebagainya. Selain itu siap-siap juga kalau nanti ada yang melapor. Kan memang tujuannya adalah untuk mengantisipasi jangan sampai ada maladministrasi,” pungkasnya.

Sementara itu, pihak Meikarta, termasuk Lippo Grup enggan memberikan keterangan terkait pertemuan dengan ORI. (asf)
   

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%