Politisi PDIP Serang Susi dalam Raker

Rabu, 13 September 2017 | 20:59
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Foto : istimewah

INDOPOS.CO.ID - Rapat kerja DPR RI Komisi IV dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), berlangsung memanas, di Senayan, Jakarta, Selasa (12/9). Hal itu setelah Anggota Komisi IV dari Fraksi PDIP Ono Surono meminta kejelasan Menteri Kelautan Perikanan, Susi Pudjiastuti menjelaskan terkait pengadaan kapal bantuan dan alat tangkap yang tak kunjung beres. ”Kapal bantuan yang diprogramkan KKP sebenarnya tidak laku. Makanya rancangan anggaran belanja KKP jadi disclaimer,” kata Ono Surono.

Dia juga mengatakan bagaimana kalau program sudah dijanjikan tapi tidak direalisasikan.  Bagaimana dengan perusahaan yang sudah mengontrak dibatalkan. Lalu perusahaan sudah melakukan pinjaman ke bank tapi proyeknya dibatalkan KKP. ”Aneh juga dengan perusahaan pengadaan kapal yang sudah buat kontrak tapi dibatalkan dan tidak mendengar reaksi protes. Apakah nanti kapal yang  diserap adalah kapal yang dibatalkan yang Pada 2016 akan dibagikan di 2017?” tanya Ono Surono bertubi-tubi.

”Mampu nggak sih KKP menyerap anggaran? Bagaimana mungkin bisa terealisasi dengan baik, mengadakan alat tangkap 3.000, tapi pengadaannya baru bulan Oktober, dan pembagiannya harus selesai akhir tahun,” tanya Ono lagi.

Politisi PDIP itu menegaskan, kalau KKP tidak mampu menyerap anggaran atau dianggap kebesaran biar dievaluasi. ”Karena anggaran ini untuk masyarakat yang sedang menunggu,” tegasnya. Lebih lanjut dia mengatakan sudah hampir 3 tahun menjadi menteri, isu yang digembar gemborkan Menteri KKP tidak bergeser dari ilegal fishing. ”Isu ilegal fishing seperti satu keberhasilan luar biasa. Padahal sudah ada Satgas ilegal fishing, Bakamla Polairud, PSDKP, Angkatan Laut, tapi kapal-kapal pencuri dari Thailand, Filipina dan China masih mencuri di perairan kita,” katanya.

Dia meminta Susi untuk bergeser dari isu ilegal fishing agar bisa mengerjakan yang lain seperti perikanan budidaya dan yang lainnya. ”Ibu hanya bicara kerugian negara, rapat hari ini (Raker. Red) juga adalah kerugian  negara bu,” tegasnya.

Ono Surono juga mengkritisi langkah Menteri Susi yang selama ini terlalu banyak melakukan pencitraan. ”Apakah kerjanya hanya untuk bicara di media saja atau riil. Jangan asal njeblak saja di media,” tukasnya.

Selanjutnya data ekspor, Susi menyampaikan neraca perdagangan Indonesia lebih baik dalam era kepemimpinannya.  Sementara data FAO yang sesungguhnya Indonesia tidak masuk dalam daftar itu 10 eksportir. Sebaliknya, Thailand peringkat 4, Tiongkok, Norwegia, dan Vietnam menempati tiga teratas. ”Parameternya jelas Ibu Susi tidak akan turun derajat kok kalau mau melakukan kajian bersama. Tapi untuk melakukan ini saja susah. Menteri pertanian sudah berhasil membongkar mafia beras, kalau ibu sudah bisa apa? Hanya bisa mempidanakan rakyat kecil. Kalau anggota DPR bicara keras lalu dianggap mafia, ayo bu bongkar mafia perikanan,” pintanya.

Sementara itu, Sekjen KKP Rifky Effendi mengatakan, neraca perdagangan Indonesia itu dilihat lebih baik dari tahun tahun sebelumnya Karena berhasil meningkatkan ekspor dan menurunkan impor. Sementara negara Vietnam dan Thailand itu ekspornya tinggi, impornya juga tinggi. ”Kita bicara angka dan melihat dengan jelas untuk data impor negara lain itu meningkat tajam, kalau kita berhasil menekan,” terangnya. (nel)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%