Perempuan Indonesia Tolak Kunjungan Delegasi Myanmar

Rabu, 13 September 2017 | 23:12
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Foto : Indonesia Raya Kini

INDOPOS.CO.ID - Sejumlah perempuan menolak kunjungan seluruh delegasi Parlemen Myanmar ke Indonesia. Mereka tergabung dalam Kaukus Perempuan Parlemen Republik Indonesia (KPPRI), Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI), Maju Perempuan Indonesia (MPI). Alasannya, junta militer Myanmar tidak menghargai hak-hak kemanusiaan dan tindakan itu secepatnya harus dihentikan.

“Kami menolak kunjungan seluruh delegasi Parlemen Myanmar ke Indonesia. karena perempuan dan anak-anak telah mengalami berbagai bentuk kekerasan fisik maupun seksual serta ancaman pembunuhan,” ungkap Irma Suryani Chaniago, Sekretaris Jenderal (Sekjen) KPPI kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Rabu (13/9).

Bahkan, kata anggota Fraksi Partai NasDem itu, KPPI kecewa dengan Ppmpinan DPR yang tidak melakukan koordinasi dengan Kaukus Perempuan. “Inilah yang kita sayangkan, kita tidak diberi tahu dan diajak ikut serta untuk duduk bersama. Padahal Kaukus Perempuan memiliki hak memperjuangkan kaum perempuan Rohingya,” ujarnya.

Didampingi Koordinator Presidium KPPRI GKR Hemas, Lena Mariyana Mukti (MPI) dan Dwi Septiawati Djafar (Ketum DPP KPPRI), Irma kembali menegaskan, pihaknya menyerukan Myanmar memberikan keamanan dan keselamatan bagi perempuan dan anak-anak.

“Myanmar harus menyediakan dialog dan rekonsiliasi untuk mengakhiri kekerasan, diskriminasi dan pelecehan seksual, ” imbuhnya.

Ditambahkan Koordinator Presidium KPPRI GKR Hemas, selain itu mendirikan pusat krisis, rehabilitasi dan penyembuhan traumatis, menyediakan zona aman bagi Rohingya dan relawan, melakukan proses identifikasi untuk menyatukan kembali anggota keluarga yang terpisah.

Mantan Ketua DPD RI itu menyambut, positif usulan pemerintah Indonesia yang diberi nama ‘Formula 4 + 1’ di negara bagian Rakhine untuk memulihkan perdamaian dan memungkinkan akses bantuan kemanusiaan.

“Kaukus juga mendesak agar Myanmar melakukan proses identifikasi untuk menyatukan kembali anggota keluarga yang terpisah dan menyediakan tempat aman bagi orang-orang terisolasi dari keluarga,” kata GKR Hemas.

Sementara Lena Maryana Mukti mengungkapkan, pihaknya akan melayangkan surat ke pimpinan DPR untuk melarang delegasi Myanmar ke Indonesia sebelum menyelesaikan masalah kemanusiaan di negaranya sendiri. “Kaukus akan fokus pendekatan menyelamatkan anak dan perempuan dan fokus pendekatan diplomasi kemanusiaan,” pungkas Lena. (aen)

Editor : Ali Rahman
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%