Soal Impor Amunisi, Perbakin Mulai Irit Bicara

Rabu, 11 Oktober 2017 | 11:03
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Polemik impor senjata dan amunisi jadi pembicaraan hangat belakangan ini. Terakhir, publik dihebohkan dengan impor amunisi sebanyak 500 ribu butir yang belakangan diketahui merupakan milik PB Perbakin. Rencananya amunisi tersebut akan digunakan untuk perlombaan dan latihan. Lantas bagaimana pengawasan senjata atau amunisi selama ini oleh Perbakin?

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PB Perbakin Agung Prabowo mengatakan, pengawasan senjata oleh pihaknya sangatlah ketat. Bahkan hal tersebut juga turut diawasi oleh instansi terkait, seperti Polri dan juga TNI. Ia menjelaskan, sejauh ini pengawasan berjalan dengan baik.

"Senjata dan amunisi yang ada di gudang itu diawasi keluar masuknya. Tidak hanya dari pihak kami. Tapi juga dari Kepolisian," ujar Agung ketika ditemui di ruang tamu kantornya, Selasa (10/10).

Begitu juga dengan pengiriman senjata atau amunisi ke daerah. Karena seluruh cabang Perbakin yang ada di 33 Provinsi wajib membeli senjata atau amunisi ke pusat. "Termasuk pengiriman ke daerah, itu dikawal ketat Kepolisian. Karena kan sudah ada Undang-Undang nya. Melanggar ya bisa di penjara,"tambahnya.

Ditanya lebih lanjut, mengenai jumlah kepemilikan senjata atau amunisi oleh seluruh anggota Perbakin, Agung irit bicara. Ia hanya mengatakan saat ini tidak ada lagi permasalahan. Termasuk persoalan impor amunisi yang belakangan jadi perbincangan publik.

"Nggak ada lagi masalah. Semua sudah clear. Sudah lah ya. Saya sibuk. Lain kali saja. Karena banyak yang mesti saya urus," imbuh Agung.

INDOPOS berupaya meyakinkan bahwa informasi ini penting untuk publik. Akan tetapi ia enggan berbicara. Karena menurutnya, seluruh persoalan yang tengah menjadi pembicaraan saat ini bukanlah konsumsi publik.

"sudah lah. Ini sebetulnya bukan konsumsi publik," ucapnya seraya kembali masuk ke ruang kerjanya.

Sehari sebelumnya, Agung sempat mengatakan, pihaknya baru pertama kali melakukan impor amunisi. Begitu juga dengan perusahaan importer, yakni PT Bintang Cakra Kencana. Dimana perusahaan yang lebih dikenal dengan usaha buku tulis itu, belum pernah melakukan impor senjata atau amunisi sebelumnya.

Saat itu ia memastikan bahwa jumlah amunisi yang di impor hanya sebanyak 500 ribu butir, yakni amunisi kaliber 9 mm (sebelumnya ditulis 2 mm,red). Soal izin, Ia mengatakan bahwa proses impor amunisi juga sudah mendapat ijin impor Kapolri nomor sI/5882NII/2017 tanggal 17 Juli 2017. Serta ada juga surat rekomendasi impor Kabais TNI nomor R/1178NIll/2017 tanggal 8 Agustus 2017 lalu.(nda)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%