Obsesi Yudi Utomo dan Ricky Elson, Para Inovator dengan Karya Spektakuler

Kembangkan Nuklir Thorium, Mobil Listrik Bermodal Rp 500 Juta

Rabu, 11 Oktober 2017 | 13:56
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
MOBIL LISTRIK: Karya Ricky Elson, yang pengembangannya disponsori oleh Dahlan Iskan. Dipajang di lobi Graha Pena, Surabaya, saat kunjungan Presiden, Minggu (8/10) lalu.

INDOPOS.CO.ID - Selain pengarahan dari Joko Widodo (Jokowi), pertemuan Presiden RI bersama Direksi dan Pimpinan Jawa Pos Grup (JPG) di Gedung Graha Pena Surabaya juga diisi obsesi karya Yudi Utomo dan Ricky Elson. Para inovator itu tak hanya sekadar menciptakan temuan baru, tetapi bertekad menerangi dunia.

Hasanuddin Djadin, Surabaya

Setiap rumah nantinya akan memiliki pembangkit listrik. Tak ada lagi tiang listrik yang berjejer tak menentu di setiap tepi jalan. Tak perlu pula jaringan dan instalasi, dari satu tiang ke tiang lain, yang ruwetnya minta ampun. Semuanya tertata rapi. Masing-masing rumah tangga akan mengelola dan memanfaatkan listrik sendiri.

Begitulah obsesi besar Dr Yudi Utomo Imardjoko, ilmuwan nuklir Indonesia. Bersama mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan, Dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta itu sedang mengembangkan proyek tenaga nuklir, Thorium. Teknologi tersebut nantinya akan digunakan untuk generator dan peralatan sterilisasi.

”Untuk generator berbahan thorium ini tak ubahnya pembangkit mini, sehingga nantinya bisa ditempatkan di setiap rumah,” ungkap Yudi Utomo di sela-sela agenda pertemuan pengarahan Presiden RI bersama Direksi dan Pimpinan Jawa Pos Grup (JPG) di Graha Pena Surabaya, (8/10).

Doktor jebolan Iowa State University, Amerika Serikat (AS) itu menceritakan, thorium memiliki energi yang jauh lebih besar dibandingkan uranium ataupun batubara. Dengan demikian, penggunaan thorium jauh lebih efisen dibandingkan bahan lain. ”Target ini menjadi salah satu solusi terhadap permasalahan energi ke depannya,” kata Yudi Utomo.

Thorium merupakan salah satu unsur yang tergolong Rare Earth Elements atau Mineral Tanah Jarang) di dunia. Keberadaannya langka, namun memiliki energi luar biasa. Thorium sangat banyak ditemukan di barang tambang.

Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) memperkirakan potensi thorium di Indonesia mencapai 210.000 – 270.000 ton. Potensi itu tersimpan di Bangka, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Barat.

Thorium memiliki daya energi 200 kali dari uranium. Satu gram thorium bisa menggantikan 3.000 ton batubara. Thorium lebih aman. Thorium tidak akan bisa membuat reaktor meleleh dan meledak. Tidak seperti uranium. Biar pun suplai listrik pendingin reaktornya terhenti atau mati reaktornya tidak akan meleleh kepanasan. Seperti di Fukushima, Jepang itu. Thorium akan membuat reaktornya mendingin sendiri (New Hope oleh Dahlan Iskan, 7/3/16).

Bila Dr Yudi Utomo berobsesi menciptakan pembangkit listrik, lain halnya Ricky Elson. Pria kelahiran Padang, 11 Januari 1980 itu terus berobsesi membangun mobil listrik. ”Ini merupakan sebuah perjuangan panjang, bukan hanya untuk saat ini, tetapi untuk masa depan,” ujar pria berambut gondrong itu.

Obsesi Rikcy Elson, sedianya sudah diwujudkan dalam bentuk dua mobil listrik bermodel supercar. Mobil pertama bernama ‘Tucuxi’. Mobil tersebut dirancang bersama Dasep Ahmadi dan Danet Suryatama. Selanjutnya pasca kecelakaan dalam test drive, maka dikembangkan pula mobil kedua yang diberi nama ‘Selo’. Penampakkan Selo tak ubahnya supercar Lamborghini Aventador. Saat ini mobil berwarna kuning mentereng itu terparkir di depan pintu masuk gedung redaksi Jawa Pos Surabaya.

Namun di balik penampilan yang mengudang decak kagum, banyak cerita suka duka mewarnai perjalanannya. Salah satunya ketika Dahlan Iskan mengajak Ricky Elson merancang mobil listrik. Pemilik sejumlah hak paten di Negeri Sakura itu lantas menanyakan besaran anggaran yang disediakan untuk membangun prototipe mobil listrik.”Saat itu Pak Dahlan menyampaikan telah menyiapkan anggaran Rp 500 juta,” ujar Ricky Elson.

Seakan tak percaya, Ricky mengaku sempat kurang yakin mendengar penyampaian tersebut. Betapa tidak, Ricky lantas menceritakan sebuah konsorsium di Jepang yang hendak mengembangkan sebuah prototipe mobil listrik. Konsorsium itu terdiri 39 perusahaan yang setiap perusahaannya menyumbangkan anggaran minimal Rp 2 miliar.

”Begitu pula Samsung, Korea. Mereka menyiapkan anggaran sekitar Rp 300 triliun untuk mengembangkan sebuah prototipe mobil listrik. Lah, di negeri saya, Rp 500 juta,” ungkap Ricky Elson yang disambut tawa tamu undangan.

Tapi bagi Ricky, pengembangan prototipe mobil listrik yang digagas bersama Dahlan Iskan merupakan sebuah perjuangan panjang. ”Masih banyak yang harus dibenahi. Tapi ini bukan akhir. Ini sebuah perjuangan panjang,” kata Ricky. (*)

 

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
100%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%