BUMN Gencar Bangun TOD

30 Persennya untuk MBR

Rabu, 11 Oktober 2017 | 14:46
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
GENJOT PROYEK: Menteri BUMN Rini Soemarno meresmikan ground breaking TOD di Stasiun Juanda dan Tanah Abang, Selasa (10/10). Hunian seluas 32 meter persegi bagi Masyarakat Berpendapatan Rendah itu dipatok harga Rp 7 juta per meter perseginya.

INDOPOS.CO.ID - Pembangunan hunian berkonsep Transit Oriented Development (TOD) gencar dilakukan Kementerian BUMN. Setelah meresmikan ground breaking  TOD di Stasiun Tanjung Barat dan Stasiun Pondok Cina, Depok,  Menteri BUMN Rini Soemarno kembali melakukan hal yang sama dengan meresmikan ground breaking TOD di Stasiun Juanda dan Tanah Abang, Selasa (10/10). 

Hunian ini minimal 30 persennya diperuntukkan bagi Masyarakat Berpendapatan Rendah (MBR). Untuk menggeber hunian berkonsep TOD tersebut, Rini mensinergikan perusahaan BUMN yang ada di bawah tanggungjawabnya. Seperti PT. PP, Perum Perumnas dan PT. KAI.  Termasuk bekerjasama dengan kementrian terkait, seperti Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. ”Kami menekankan betul, sinergi. Seperti  antara PT KAI dengan PP itu bagaimana,” ujar Rini, usai melakukan ground breaking, TOD di Stasiun Juanda, Jakarta, kemarin.

Rini menegaskan, pihaknya betul-betul meningkatkan MBR-nya. ”Jadi  untuk masyarakat berpendapatan rendah itu, saya minta itu memang minimal 30 persen. Dan di sini bisa 35 persen. Dengan harga yang memadai. Tapi kualitas baik. Kita pada dasarnya kualitas 9 tapi harganya 7. Untuk MBR, kita targetkan harganya Rp 7 juta per meter persegi,” jelasnya.

Tidak hanya itu, menurutnya, untuk luasnya juga saat ini lebih besar. Yakni 32 meter persegi. ”Tadinya 22 meter persegi. Namun kalau 22 meter persegi menurut kami, kurang nyaman untuk suatu keluarga. Jadi kalau 32 meter persegi bisa ada dua kamar,” kata Rini.

”TOD di Stasiun Pondok Cina itu 32 meter persegi. Di Stasiun Tanjung Barat memang 22 meter persegi. Itu standar PUMR.  Cuma kemudian, saya lihat, itu terlalu kecil. Jadi saya minta 32 meter persegi,” tukasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT. PP Tumiyana mengatakan, biaya TOD Juanda 2 tower, termasuk  hanging mall  dari Juanda sampai Gambir sekitar Rp 300 miliar. Dibangun 17 lantai termasuk komersial. ”Kami menyediakan tempat buat start up. Inikan era, angkatan muda sekarang ingin jadi start up Digital era mereka ingin free tidak ingin di tempat-tempat resmi. Kita kasih space, orang bisa berinteraksi sosial, maupun bisnis ada di situ,” ujarnya.

Tumiyana menambahkan, dalam waktu yang bersamaan pihaknya kemarin juga  mengadakan ground breaking  TOD di Stasiun Tanah Abang. ”Hampir dua hari sekali saya diabsen oleh bu menteri BUMN. Pak Tumiyana jadi tidak ground breaking. Karena perhatian beliau dapat terealisasi. Termasuk juga acara ini juga bisa berlangsung berkat perhatian juga dari Menteri Perhubungan dan Menteri PUPR,” pungkasnya. (dai)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%