INA CBGs Sebabkan Pekerja RS dan Industri Farmasi di PHK

Rabu, 11 Oktober 2017 | 15:13
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Ketua Umum FSP Farmasi dan Kesehatan Reformasi, Idris Idham

INDOPOS.CO.ID - Sistem INA CBGs yang dalam penerapan tarifnya tidak dilihat dari upah minimum daerah, berimbas pada banyak rumah sakit yang kesulitan membayar pekerja. Akibatnya, banyak pekerja rumah sakit yang sulit mendapatkan upah layak dan bahkan kehilangan pekerjaan (PHK).

Itu disampaikan Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan Reformasi (FSP FARKES/R), Idris Idham, di Jakarta, Rabu (11/10). Idris mencontohkan, pasien didiagnosa thypoid di klaim oleh BPJS Kesehatan dengan sistem tersebut sebesar 3 juta.

“Baik itu di Aceh, Jakarta, Jawa Tengah dan lainnya diklaim sama oleh BPJS. Padahal di Jakarta upah minimum 3,3 juta. Sedangkan di Jawa Tengah upah minimumnya 1,5 juta,” katanya. (sla)

Editor : Novita Amelilawaty
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%