Wow! Seribu Anak Menikah Tiap Hari

Rabu, 11 Oktober 2017 | 15:17
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share

INDOPOS.CO.ID - Dalam memperingati Hari Anak Perempuan Internasional tahun 2017 ini, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) memfokuskan pada upaya pencegahan perkawinan anak di usia dini dan pencegahan tindakan kekerasan.

Menurut Deputi Tumbuh Kembang Anak KPPPA Lenny N Rosalins, untuk kasus perkawinan anak diusia dini, ada sekitar seribuan anak menikah pada setiap harinya. Fakta ini setidaknya membuat KPPPA sebagai instansi yang melindungi hak anak mesti bertindak konkret untuk mencegah maraknya pernikahan anak terjadi di masyarakat.

Kemudian terkait pencegahan tindak kekerasan, dalam KPPPA ada lima tahapan program pencegahan. Pencegahan tersebut melingkupi kepada anak, keluarga, sekolah, lingkungan dan wilayah. "Kalau terlanjur jadi korban kami punya lima jenis pelayanan yang kami berikan kepada anak-anak yang menjadi korban," ujar Lenny di Kantornya jalan Merdeka Barat Jakarta Pusat, Rabu (11/10).

Lenny menjelaskan pelayanan pertama terkait dengan penanganan pengaduan, jadi anak bisa mengadu. Selain itu pihaknya mempunyai pelayanan telepon sahabat anak dengan nomor 129. "Kita juga punya P2TPT2 (pusat Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak) di seluruh Indonesia, di tiap provinsi ada, di kabupaten ada dan mereka dilengkapi hotline-hotline di tempat lokal," paparnya.

Kemudian kalau mereka mengalami masalah kesehatan pasca mengalami tindakan kekerasan, KPPPA juga mempunyai pelayanan kesehatan yang terintegratif dengan Kementerian Kesehatan. "Minimal disetiap kabupaten itu puskesmasnya mampu menangani korban korban kekerasan," kata Lenny.

Selanjutnya ada pelayanan rehabilitas sosial, karena korban biasanya mengalami trauma, terkadang juga stres seperti tidak mau lagi bersekolah. Sedangkan apabila terkena masalah hukum KPPPA mempunyai pelayanan bantuan hukum yang bekerjasama dengan advokat, jaksa hakim dan polisi.

Terakhir, sambung Lenny pelayanan reintegrasi. Meskipun prosentasinya masih kecil anak-anak korban ini harus kita pastikan untuk kembali masuk ke dalam sekolah, jangan sampai mereka dikeluarkan. Adapun jika mereka tidak mau kembali ke sekolah, KPPPA bisa memindahkannya ke sekolah lain atau anak diberi homeschooling. (jaa)

Editor : Novita Amelilawaty
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%